PNLPNL

Jurnal Sains dan Teknologi ReaksiJurnal Sains dan Teknologi Reaksi

Beberapa material membran terus dikembangkan untuk menghasilkan media filtrasi yang efisien dan ramah lingkungan. Studi ini menguji penerapan membran filter keramik berbahan dasar kaolin-zeolit dalam proses pemurnian minyak goreng bekas menjadi minyak yang dapat digunakan kembali. Bahan utama yang digunakan adalah kaolin, zeolit, dan PVA sebagai pengikat. Variasi komposisi kaolin:zeolit yang digunakan adalah 50%:50%, 60%:40%, 70%:30%, 80%:20%, dan 100%:0% dengan waktu sintering 1, 2, dan 3 jam pada suhu 1000°C. Karakterisasi membran meliputi densitas, porositas, fluks, uji morfologi menggunakan Mikroskop Elektron Pemindaian (SEM), serta pelepasan Asam Lemak Bebas (ALB) dalam minyak goreng bekas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi 50% kaolin dan 50% zeolit dengan waktu sintering 3 jam menghasilkan kinerja terbaik dengan densitas 1,32 g/cm³, porositas 56,00%, fluks 143,93 L/m².jam, dan kapasitas pelepasan ALB hingga 70,6%, mengurangi kandungan ALB dari 4,56% menjadi 1,34% sesuai standar SNI. Analisis SEM menunjukkan struktur makropori (0,57–3,02 µm) yang mendukung filtrasi, sementara sifat adsorptif zeolit berperan dalam mengurangi senyawa polar. Hasil ini membuktikan bahwa membran keramik kaolin-zeolit memiliki potensi sebagai teknologi alternatif dalam pemulihan minyak goreng bekas.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis pengaruh variasi kaolin terhadap kualitas membran filter keramik kaolin-zeolit menunjukkan bahwa peningkatan kaolin dalam komposisi yang lebih tinggi menghasilkan densitas membran yang lebih tinggi.Komposisi 50% kaolin menghasilkan densitas optimum sebesar 1,32 g/cm³, yang mengindikasikan kekuatan mekanik yang baik untuk mendukung stabilitas struktur membran.Selanjutnya, analisis pengaruh variasi zeolit terhadap kualitas membran filter keramik kaolin-zeolit menunjukkan bahwa penambahan zeolit meningkatkan porositas dan kapasitas adsorpsi membran.50% zeolit menghasilkan porositas sebesar 56,00% dan mendukung kinerja filtrasi yang tinggi dalam proses pemurnian minyak goreng bekas.Terakhir, analisis pengaruh waktu sintering terhadap karakteristik membran porositas menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pembentukan pori.Waktu sintering 3 jam memberikan hasil terbaik dengan fluks 143,93 L/m².jam dan mampu melepaskan Asam Lemak Bebas (ALB) hingga 70,6%, mengurangi kandungan ALB dari 4,56% menjadi 1,34% sesuai dengan standar SNI untuk minyak goreng.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk pengembangan teknologi membran kaolin-zeolit lebih lanjut. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai pengaruh ukuran partikel kaolin dan zeolit terhadap struktur pori dan kinerja filtrasi membran. Hal ini penting untuk mengoptimalkan distribusi pori dan meningkatkan efisiensi pemisahan kontaminan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada modifikasi permukaan membran dengan menambahkan material lain seperti nanopartikel atau polimer untuk meningkatkan sifat adsorpsi dan selektivitas membran terhadap senyawa polar tertentu dalam minyak goreng bekas. Ketiga, perlu dilakukan studi komparatif antara membran kaolin-zeolit dengan teknologi pemurnian minyak goreng bekas lainnya, seperti adsorpsi karbon aktif atau distilasi, untuk mengevaluasi keunggulan dan kelemahan masing-masing metode dalam hal efisiensi, biaya, dan dampak lingkungan.

Read online
File size292.63 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test