UNAIM WAMENAUNAIM WAMENA

Jurnal HonaiJurnal Honai

Perekonomian Kabupaten Jayawijaya Tahun 2018 telah memasuki tahapan normal dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang semakin kuat. Peningkatan kinerja ekonomi ini didukung baik oleh kondisi perekonomian nasional maupun kondisi perekonomian regional Papua yang terus membaik. Selain itu, berbagai faktor regional dan lokal seperti kondisi sosial dan keamanan yang semakin kondusif juga turut mendukung sehingga harapan pelaku ekonomi ataupun investor asing di daerah ini semakin membaik. Diakui bahwa kondisi perekonomian Kabupaten Jayawijaya ke depan masih menghadapi sejumlah tantangan, baik karena belum membaiknya kondisi infrastruktur ekonomi daerah maupun karena dampak perubahan kondisi eksternal perekonomian nasional akibat tidak stabilnya harga minyak dunia dan tidak stabilnya perubahan nilai tukar mata uang asing. Dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dalam rangka penghitungan angka inflasi di Kabupaten Jayawijaya adalah dengan melakukan survey. Teknik Analisa data dalam menghitung tingkat Inflasi dapat dihasilkan dengan menghitung Angka Indeks Harga dengan metode Relatif Harga. Distribusi pendapatan mencerminkan kemerataan atau ketimpangan pendapatan penduduk di suatu daerah. Indikator yang sering digunakan untuk mengetahui kemerataan atau ketimpangan distribusi pendapatan adalah Indeks Gini dan kriteria Bank Dunia. Kriteria Bank Dunia mendasarkan penilaian distribusi pendapatan atas pendapatan yang diterima oleh 40% penduduk berpenghasilan terendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rata rata Inflasi di Kabupaten Jayawijaya sampai dengan bulan oktober tahun 2018 sebesar 0,22, NTP di kabupaten Jayawijaya pada bulan oktober 2018 sebesar 102,30, Kontribusi terbesar terhadap NTP adalah sektor tanaman pangan, Ratio Gini Kabupaten Jayawijaya sebesar 0,2638 dan masuk kategori Ketimpangan pendapatan rendah, Hasil perhitungan ratio gini memberikan hasil yang sama dengan kriteria yang ditetapkan oleh bank dunia. Sedangkan Pendapatan penduduk hampir dikeluarkan lebih tinggi untuk kebutuhan makanan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata rata Inflasi di Kabupaten Jayawijaya sampai dengan bulan oktober tahun 2018 sebesar 0,22, NTP di kabupaten Jayawijaya pada bulan oktober 2018 sebesar 102,30, Kontribusi terbesar terhadap NTP adalah sektor tanaman pangan.Ratio Gini Kabupaten Jayawijaya sebesar 0,2638 dan masuk kategori Ketimpangan pendapatan rendah, Hasil perhitungan ratio gini memberikan hasil yang sama dengan kriteria yang ditetapkan oleh bank dunia.Pendapatan penduduk hampir dikeluarkan lebih tinggi untuk kebutuhan makanan.

Penelitian yang telah dilakukan ini memberikan gambaran penting mengenai indikator ekonomi di Kabupaten Jayawijaya, namun ada beberapa arah studi yang bisa dikembangkan lebih lanjut untuk memperkaya pemahaman. Salah satu ide penelitian baru adalah melakukan analisis yang lebih mendalam mengenai dampak spesifik dari kondisi infrastruktur ekonomi daerah yang belum sepenuhnya membaik serta fluktuasi harga komoditas global, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar mata uang asing, terhadap dinamika inflasi dan Nilai Tukar Petani di Jayawijaya. Hal ini penting untuk mengidentifikasi bagaimana faktor-faktor eksternal dan internal ini secara kuantitatif mempengaruhi daya beli masyarakat dan kesejahteraan petani, sehingga pemerintah daerah dapat merancang intervensi yang lebih tepat sasaran. Ide selanjutnya adalah menyelidiki secara komprehensif pola pengeluaran rumah tangga di Jayawijaya, khususnya mengapa sebagian besar pendapatan masih dialokasikan untuk kebutuhan makanan meskipun Indeks Gini menunjukkan ketimpangan pendapatan yang rendah. Studi ini dapat menggali lebih dalam faktor sosial, budaya, dan ekonomi yang mendasari prioritas konsumsi tersebut, serta mengidentifikasi apakah ini merupakan indikator ketahanan pangan atau justru keterbatasan daya beli untuk kebutuhan non-esensial, yang pada akhirnya memengaruhi kualitas hidup. Terakhir, penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi efektivitas berbagai strategi kebijakan pembangunan ekonomi yang telah diimplementasikan oleh pemerintah daerah Jayawijaya. Evaluasi ini bisa mengkaji bagaimana kebijakan-kebijakan tersebut telah berkontribusi pada perubahan positif atau negatif pada indikator seperti inflasi, NTP, dan pemerataan pendapatan dalam jangka panjang, serta menawarkan rekomendasi untuk penyempurnaan kebijakan di masa depan agar pembangunan daerah benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat secara berkelanjutan dan merata.

  1. Strategi Kebijakan Peningkatan Pembangunan: Studi Empiris Indikator Ekonomi Daerah Kabupaten Jayawijaya,... journal.unaim-wamena.ac.id/index.php/honai/article/view/41Strategi Kebijakan Peningkatan Pembangunan Studi Empiris Indikator Ekonomi Daerah Kabupaten Jayawijaya journal unaim wamena ac index php honai article view 41
Read online
File size1.14 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test