ISI DPSISI DPS

Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific ArtsLekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts

Artikel ini merupakan sebuah studi untuk mendukung proses pre-produksi animasi yang mengambil tema lagu anak-anak Bali. Studi yang membahas visualisasi ilustrasi dalam animasi lagu anak-anak Bali masih jarang, meskipun lagu anak-anak Bali merupakan salah satu konten yang paling dicari di media sosial Youtube. Keterbatasan ini menjadi urgensi penelitian ini, mengingat adanya visualisasi animasi yang cenderung mengikuti gaya luar Bali sehingga menyebabkan pergeseran representasi identitas Bali bagi penonton. Dengan perkembangan media digital yang cepat, ruang untuk menampilkan animasi menjadi tak terbatas dan dapat diakses dari berbagai tempat. Artikel ini bertujuan untuk memberikan referensi dan saran mengenai gaya tradisional Bali yang dapat dikembangkan sebagai acuan dalam proses pre-produksi animasi. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan literatur, kemudian dianalisis untuk mendapatkan sintesis, yaitu gaya desain ilustrasi untuk produksi animasi. Berdasarkan data yang diperoleh, masih terdapat gaya visual animasi lagu anak-anak Bali yang cenderung mengikuti gaya barat atau gaya minimalis akibat kurangnya pendalaman karakter dan teknik pembuatan. Kesimpulannya, animasi lagu anak-anak Bali dengan gaya ilustrasi Bali perlu memperhatikan gaya visual Bali seperti Ubud, Batuan, dan Kamasan sebagai acuan. Gaya visual ini dapat diterapkan mulai dari naskah, adegan, desain karakter, hingga latar belakang yang mendominasi visualisasi animasi.

Berdasarkan hasil analisis terhadap keberadaan gaya visual animasi lagu anak-anak Bali, terdapat ilustrasi berupa karakter dan latar belakang yang tidak mewakili identitas Bali.Objek dan teknik pembuatan ilustrasi karakter dari Sekar TV dan Kastari Studio cenderung menggunakan teknik digital sehingga kesamaan gambar cenderung mengikuti gaya luar Bali.Gaya seni visual Bali yang dapat digunakan sebagai referensi dalam animasi karakter adalah gaya Kamasan dan Ubud.Berdasarkan gaya visual tersebut, disesuaikan dengan target animasi, yaitu anak-anak yang cenderung menggunakan gaya kartun.Perlu dipertimbangkan teknik pembuatan ilustrasi untuk karakter animasi lagu anak-anak Bali menggunakan teknik gabungan, yaitu menggambar tangan, kemudian dilanjutkan dengan proses pewarnaan dan pengolahan digital menggunakan komputer.

Untuk mengembangkan animasi lagu anak-anak Bali yang lebih mewakili identitas lokal, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai teknik pembuatan ilustrasi karakter dan latar belakang yang sesuai dengan gaya visual Bali. Penelitian ini dapat fokus pada studi komparatif antara gaya visual Bali dengan gaya luar Bali, serta bagaimana teknik penggabungan antara teknik menggambar tangan dan pengolahan digital untuk menghasilkan ilustrasi yang lebih otentik dan mewakili identitas Bali. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi bagaimana gaya visual Bali dapat diterapkan dalam animasi, terutama dalam hal desain karakter dan latar belakang, untuk menciptakan pengalaman menonton yang lebih menarik dan memikat bagi penonton, terutama anak-anak. Dengan demikian, animasi lagu anak-anak Bali dapat menjadi media yang efektif untuk melestarikan nilai-nilai lokal dan budaya Bali.

  1. Ilustration Style in Balinese Childdren’s Song Animation | Lekesan: Interdisciplinary Journal of... jurnal.isi-dps.ac.id/index.php/lekesan/article/view/2203Ilustration Style in Balinese ChilddrenAos Song Animation Lekesan Interdisciplinary Journal of jurnal isi dps ac index php lekesan article view 2203
Read online
File size391.36 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test