PENERBITGOODWOODPENERBITGOODWOOD

Jurnal Ilmu Siber dan Teknologi DigitalJurnal Ilmu Siber dan Teknologi Digital

Monitoring keamanan ruang server SMFR di Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Batam merupakan masalah, terutama terhadap bahaya kebakaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengontrol bahaya yang dapat berinteraksi dengan internet sebagai bagian dari IoT (Internet of things) sehingga deteksi dini kebakaran dapat dilakukan kapan saja dan melalui smartphone yang menampilkan data dari sensor kebakaran, sensor asap, dan sensor suhu. Tindakan pengendalian yang dilakukan meliputi aktivasi alarm, exhaust, pembukaan pintu dan jendela, serta LED sebagai indikator aktivasi pemadam kebakaran untuk meminimalkan kerusakan peralatan di ruang server SMFR. Metodologi yang digunakan adalah perancangan dan pembuatan sistem kontrol menggunakan Arduino Mega 2560, perancangan dan pembuatan monitoring dan kontrol IoT, serta pengujian alat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ketika data sensor (kebakaran, suhu, dan asap) tidak memenuhi kondisi kebakaran, maka semua tindakan penanganan kebakaran tidak aktif. Namun, jika semua kondisi data sensor terpenuhi (asap >37 ppm dan suhu >37℃), maka kondisi tersebut akan memicu kebakaran sehingga semua tindakan penanganan kebakaran (alarm, exhaust, pintu, jendela, dan LED) akan aktif, serta mengirimkan notifikasi kebakaran ke Smartphone untuk deteksi dan penanganan dini. Pengujian berbasis IoT dilakukan menggunakan jaringan 4G, dan hasilnya menunjukkan bahwa Blynk mendukung IoT, tetapi bergantung pada jenis koneksi real-time, dengan delay rata-rata 1 hingga 5 detik.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem kontrol kebakaran berbasis IoT berhasil mengaktifkan tindakan penanganan kebakaran secara otomatis ketika sensor mendeteksi api, asap dengan kadar di atas 37 ppm, dan suhu di atas 68℃.Data sensor dapat dipantau dari jarak jauh melalui smartphone menggunakan aplikasi BLYNK.Sistem ini juga memungkinkan kontrol manual terhadap tindakan penanganan kebakaran melalui smartphone.Delay dalam pengiriman data melalui jaringan 4G berkisar antara 2 hingga 5 detik.Implementasi sistem ini memerlukan pertimbangan luas ruangan dan tata letak sensor untuk kinerja yang optimal.

Berdasarkan hasil penelitian, pengembangan sistem pengontrolan bahaya kebakaran berbasis IoT ini dapat dilanjutkan dengan beberapa arah penelitian baru. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penggunaan aplikasi alternatif selain BLYNK, seperti pengembangan aplikasi berbasis Android Studio, untuk mengatasi keterbatasan notifikasi yang memerlukan aplikasi tetap berjalan di latar belakang. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada optimasi program Arduino untuk mengurangi delay dalam pengiriman data, misalnya dengan menggunakan protokol komunikasi yang lebih efisien atau teknik pemrosesan data yang lebih cepat. Ketiga, studi lebih mendalam mengenai integrasi sistem ini dengan sistem pemadam kebakaran otomatis yang lebih canggih, seperti sprinkler, dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan sistem pengontrolan bahaya kebakaran yang lebih handal, responsif, dan terintegrasi, sehingga mampu memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap aset penting di ruang server SMFR dan fasilitas lainnya.

  1. Jurnal Ilmu Siber dan Teknologi Digital | Jurnal Ilmu Siber dan Teknologi Digital. jurnal ilmu siber... penerbitgoodwood.com/index.php/jisted/article/view/1800Jurnal Ilmu Siber dan Teknologi Digital Jurnal Ilmu Siber dan Teknologi Digital jurnal ilmu siber penerbitgoodwood index php jisted article view 1800
Read online
File size1.16 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test