MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA

JURNAL ABDI MERCUSUARJURNAL ABDI MERCUSUAR

Latar Belakang: Tidak sebandingnya jumlah guru yang ada dengan siswa yang mengalami autis. Guru di PKh Autisma YPPA Padang berjumlah 16 orang dengan siswa 52 orang. Perbedaan karekter kepribadian pada anak yang berbeda-beda terutama prilaku tantrum anak autis ketika ada keinginan yang tidak terpenuhi. Inilah yang membuat guru mengalami stres, untuk mengatasinya diadakan edukasi tentang cara menghadapi anak tantrum dan Healing Touch yang bertujuan untuk relaksasi, mengurangi kecemasan dan stres, serta memperbaiki suasana hati.. Metode: Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu dengan melakukan Edukasi tentang cara menghadapi anak tantrum serta melakukan metoda Healing touch Pada guru PKh di SLB Autisma YPPA Padang pada hari senin Tanggal 16 dan selasa tanggal 17 Desember 2024, dimulai dari jam 09.00-12.00 WIB. Peserta adalah guru yang berada SLB Autisma YPPA Padang Pemberian edukasi tentang cara mengatasi anak tantrum, didapatkan peningkatan pengetahuan guru tentang cara menghadapi anak autis tantrum serta terjadi penurunan tingkat stres pada guru.. Hasil: hasil pengabdian masyarakat Setelah diberikan edukasi tentang cara mengatasi anak tantrum, didapatkan peningkatan pengetahuan guru tentang cara menghadapi anak autis tantrum serta terjadi peningkatan kemampuan melakukan healing touch dan cara mengatasi stres dan cemas pada guru.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan lancar mulai dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi.Peserta mengikuti kegiatan dengan baik dan peserta aktif bertanya terkait materi yang diberikan.Adanya peningkatan pengetahuan dibuktikan dengan 90% peserta dapat memperagakan kembali teknik mencuci tangan dengan benar dan terapi hipnotis lima jari.Diharapkan metoda healing touch dapat diterapkan guru dalam mengatasi stres saat menghadapi tantrum pada anak berkebutuhan khusus.

Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat ini, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada efektivitas jangka panjang penerapan healing touch dalam mengurangi stres guru, serta dampaknya terhadap kualitas interaksi guru dengan siswa autis. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara penggunaan healing touch dengan metode relaksasi lainnya untuk mengetahui metode mana yang paling efektif dalam mengatasi stres guru. Penelitian lebih lanjut juga dapat menggali lebih dalam pengalaman subjektif guru dalam menerapkan healing touch, termasuk tantangan dan faktor-faktor yang memfasilitasi keberhasilan implementasi. Dengan demikian, intervensi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan dapat dirancang untuk mendukung kesejahteraan psikologis guru yang bekerja dengan anak-anak autis, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan perawatan yang diberikan kepada mereka. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan praktik terbaik untuk mendukung guru dalam menghadapi tantangan unik yang terkait dengan pengajaran dan perawatan anak-anak autis.

Read online
File size1.23 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test