MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA
JURNAL ABDI MERCUSUARJURNAL ABDI MERCUSUARKondisi remaja saat ini tidak terlepas dari banyak tantangan untuk menggapai kesehatan reproduksi yang sehat tanpa masalah. Perilaku seksual yang tidak sehat dikalangan remaja khususnya remaja yang belum menikah cenderung meningkat, oleh sebab itu penting dilakukan pemberdayaan pada perempuan untuk peningkatan pengetahuan seksual pranikah remaja melalui pelatihan kepada kelompok PIK-R (Pusat Informasi Konseling Remaja) sebagai Kader di sekolah yang akan memberikan informasi kepada teman-teman sebayanya untuk mencapai reproduksi yang sehat. Melihat situasi saat ini dilingkungan sekolah banyak risiko-risiko yang dapat menyerang remaja. Risiko tersebut dapat berupa: penggunaan NAPZA, kehamilan diluar nikah, ancaman penyakit berupa HIV/AIDS, angka kematian ibu yang meningkat akibat melahirkan di usia muda, hingga kematian remaja perempuan karena nekat melakukan Aborsi yang semakin tinggi. Edukasi secara langsung merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman remaja terkait dengan reproduksi sehat.
Perilaku seksual yang tidak sehat dikalangan remaja khususnya remaja yang belum menikah cenderung meningkat, oleh sebab itu penting dilakukan pemberdayaan pada perempuan untuk peningkatan pengetahuan seksual pranikah remaja melalui pelatihan kepada kelompok PIK-R (Pusat Informasi Konseling Remaja) sebagai kader di sekolah yang akan memberikan informasi kepada teman-teman sebayanya untuk mencapai reproduksi yang sehat.Edukasi secara langsung merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman remaja terkait dengan reproduksi sehat.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi efektivitas program pelatihan kesehatan reproduksi PIK-R dalam jangka panjang, dengan fokus pada perubahan perilaku seksual remaja dan penurunan angka kehamilan di luar nikah. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam perspektif remaja terhadap kesehatan reproduksi, faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan seksual mereka, dan bagaimana program pelatihan dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan materi edukasi yang lebih interaktif dan menarik, serta memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan jangkauan dan efektivitas penyampaian informasi kesehatan reproduksi kepada remaja.
| File size | 710.39 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
AKPERAKPER Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia lansia (42,1%), berjenis kelamin perempuan (71,1%), dan berpendidikan menengah (52,6%).Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia lansia (42,1%), berjenis kelamin perempuan (71,1%), dan berpendidikan menengah (52,6%).
AKPERAKPER Intervensi multikomponen seperti mindfulness, aktivitas fisik, dan dukungan sebaya terbukti mampu memperbaiki kesehatan mental, meningkatkan kebugaranIntervensi multikomponen seperti mindfulness, aktivitas fisik, dan dukungan sebaya terbukti mampu memperbaiki kesehatan mental, meningkatkan kebugaran
AKPERAKPER Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis bukti empiris mengenai akupunktur dalam mengurangi gejala insomnia. Metodenya adalah tinjauanPenelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis bukti empiris mengenai akupunktur dalam mengurangi gejala insomnia. Metodenya adalah tinjauan
STIKESNHSTIKESNH Metode yang digunakan adalah studi kasus pada satu pasien ADHF yang dirawat di ruang ICCU RSUD Kanjuruhan Malang, dengan pengukuran menggunakan EdmontonMetode yang digunakan adalah studi kasus pada satu pasien ADHF yang dirawat di ruang ICCU RSUD Kanjuruhan Malang, dengan pengukuran menggunakan Edmonton
STIKESNHSTIKESNH Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada satu pasien PPOK yang diberikan intervensi ACBT selama tiga hari berturut-turut. Evaluasi dilakukanPenelitian ini menggunakan metode studi kasus pada satu pasien PPOK yang diberikan intervensi ACBT selama tiga hari berturut-turut. Evaluasi dilakukan
HELVETIAHELVETIA Pneumonia adalah infeksi akut yang menyerang alveoli paru-paru, ditandai dengan batuk, kesulitan bernapas, sesak napas, atau retraksi dinding dada. PenyakitPneumonia adalah infeksi akut yang menyerang alveoli paru-paru, ditandai dengan batuk, kesulitan bernapas, sesak napas, atau retraksi dinding dada. Penyakit
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA H. Aloei Saboe Kota Gorontalo, penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain studi kasus yang bersifat asuhan keperawatanH. Aloei Saboe Kota Gorontalo, penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain studi kasus yang bersifat asuhan keperawatan
PUSKOMCERIAPUSKOMCERIA Masalah atelektasis pada anak cerebral palsy tipe spasmodik hipotonik dengan fleksi quadriplegi meliputi kejang otot pernapasan, sesak napas, penurunanMasalah atelektasis pada anak cerebral palsy tipe spasmodik hipotonik dengan fleksi quadriplegi meliputi kejang otot pernapasan, sesak napas, penurunan
Useful /
PKTJPKTJ Bina Bersama Sejahtera, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi karyawan. Rancangan prosedur peningkatan kompetensi danBina Bersama Sejahtera, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi karyawan. Rancangan prosedur peningkatan kompetensi dan
UNAIUNAI Enam belas mahasiswa dengan pengalaman belajar piano minimal enam bulan berpartisipasi. Pada hari pertama, mereka melakukan pengujian sight‑reading,Enam belas mahasiswa dengan pengalaman belajar piano minimal enam bulan berpartisipasi. Pada hari pertama, mereka melakukan pengujian sight‑reading,
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Dampak sesak napas jika tidak diatasi akan terjadi penurunan fungsi paru, hipoksia, hipoksemia, gagal napas, kelelahan dan penurunan kualitas hidup bahkanDampak sesak napas jika tidak diatasi akan terjadi penurunan fungsi paru, hipoksia, hipoksemia, gagal napas, kelelahan dan penurunan kualitas hidup bahkan
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Ada sebanyak 64 anak berkebutuhan khusus di SLB Autisma YPPA Padang, hampir semua anak tidak mampu melakukan personal hygiene secara mandiri, pemenuhanAda sebanyak 64 anak berkebutuhan khusus di SLB Autisma YPPA Padang, hampir semua anak tidak mampu melakukan personal hygiene secara mandiri, pemenuhan