MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA

JURNAL ABDI MERCUSUARJURNAL ABDI MERCUSUAR

RW 3 Kampung Tanjung, Cupak Tangah merupakan daerah yang rawan bencana, khususnya banjir dan gempa bumi. Kelompok rentan seperti ibu yang memiliki balita memiliki tingkat kesiapsiagaan yang rendah terhadap bencana. Hingga saat ini, belum ada program penyuluhan mitigasi bencana yang dilakukan di wilayah ini. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu balita dalam menghadapi bencana melalui penyuluhan dan edukasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada 18 Desember 2024 di Mushalla Jabbal Rahmah, RW 3 Kampung Tanjung, Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Sasaran kegiatan adalah Ibu balita. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dengan media leaflet, booklet, video edukasi, serta sesi tanya jawab dan simulasi evakuasi bencana. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman ibu balita tentang mitigasi bencana. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan pengetahuan dan kesadaran ibu dalam menghadapi bencana. Selain itu, pemerintah kelurahan dan masyarakat menunjukkan dukungan dalam upaya mitigasi bencana melalui pembentukan jalur evakuasi dan kesiapan fasilitas tanggap darurat.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah berhasil meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan ibu balita dalam menghadapi bencana di RW 3 Kampung Tanjung.Peningkatan ini ditunjukkan melalui hasil evaluasi pre-test dan post-test serta perubahan perilaku masyarakat dalam mempersiapkan diri menghadapi bencana.Program ini juga berhasil memfasilitasi pembentukan kelompok siaga bencana berbasis komunitas dan mendapatkan dukungan aktif dari pemerintah kelurahan, sehingga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun ketangguhan komunitas terhadap bencana.

Berdasarkan hasil pengabdian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai metode penyuluhan mitigasi bencana, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan media sosial, untuk menjangkau lebih banyak ibu balita dan meningkatkan daya serap informasi. Kedua, penting untuk mengkaji faktor-faktor sosial, ekonomi, dan budaya yang mempengaruhi tingkat kesiapsiagaan ibu balita terhadap bencana, sehingga intervensi yang dilakukan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat setempat. Ketiga, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model mitigasi bencana berbasis komunitas yang berkelanjutan, melibatkan peran aktif berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta, untuk memastikan program mitigasi bencana dapat berjalan secara efektif dan terintegrasi dalam perencanaan pembangunan daerah.

  1. PENYULUHAN MASYARAKAT DALAM MITIGASI BENCANA PADA IBU BALITA DI RW 3 KAMPUNG TANJUNG, CUPAK TANGAH, KECAMATAN... jurnal.mercubaktijaya.ac.id/index.php/jam/en/article/view/553PENYULUHAN MASYARAKAT DALAM MITIGASI BENCANA PADA IBU BALITA DI RW 3 KAMPUNG TANJUNG CUPAK TANGAH KECAMATAN jurnal mercubaktijaya ac index php jam en article view 553
Read online
File size1.57 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test