BDKJAKARTABDKJAKARTA

Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan JakartaWawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Permasalahan kompleks yang dihadapi jemaah haji lansia bukan hanya keterbatasan fisik melainkan juga spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model konseling spiritual pada jemaah lanjut usia pada pelaksanaan ibadah haji. Konseling spiritual merupakan suatu bentuk konseling yang berfokus pada eksplorasi dan penanganan dimensi spiritual kehidupan seseorang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berbagai dokumen terkait dan hasil wawancara dengan alumni petugas PPIH Layanan Lansia dan Disabilitas serta jemaah haji Tahun 1445H/2024M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya konseling spiritual dapat dilakukan secara sistematis tetapi fleksibel, sesuai dengan konteks permasalahan yang dihadapi jemaah lansia. Dalam menghadapi masalah profan (sesama manusia), petugas PPIH layanan lansia dan disabilitas dapat menggunakan bentuk konseling spiritual Richards dan Bergin, serta pada permasalahan sacral (kepada Sang Maha Pencipta) petugas dapat memanfaatkan model Tazkiyatun Nafs Imam Al Ghazali, serta mengadaptasinya pada layanan jemaah haji lansia.

Upaya konseling spiritual sebenarnya telah dilakukan oleh Tim PPIH Layanan Lansia dan Disabilitas khususnya pada Ibadah Haji 1445H/2024M, tetapi belum terprogram secara nyata sebagai suatu wujud konseling spiritual.Tindak lanjut dari temuan ini adalah konseling spiritual dapat dilakukan secara sistematis tetapi fleksibel, sesuai dengan konteks permasalahan yang dihadapi jemaah lansia.Koseling spiritual dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan baik profan (sesama manusia) maupun sacral (kepada Sang Pencipta).Konseling spiritual petugas PPIH layanan lansia dan disabilitas pada permasalahan profan dapat dilakukan dengan memanfaatkan konseling spiritual Richards dan Bergin serta mengadaptasinya pada layanan jemaah haji lansia, seperti dengan mengajak doa bersama.mengajarkan konsep-konsep beriman, taqwa, sabar, dan lainnya.referensi kitab suci, yaitu dengan membaca Al Quran maupun memahami maknanya.menasehati dan mengajak untuk memaafkan atau melapangkan dada dengan pemanfaatan kelompok beragama, seperti mengingat Sahabat, ajaran Rasulullah maupun para ulama.maupun mendorong lansia untuk memanfaatkan biblioterapi keagamaan, seperti membaca surat-surat yang biasa dibaca dalam Al Quran, membaca ratib, asmaul husna, dan lainnya.Sedangkan untuk permasalahan sacral, maka petugas PPIH layanan lansia dan disabilitas dapat merujuk pada konsep imam Al Ghazali tentang konseling spiritual penyucian jiwa (tazkiyatu an nafs), yaitu Takhali, Tahalli dan Tajalli.Tahap Takhali mengajak jemaah untuk mau merefleksikan diri, beristighfar, dan membersihkan diri dari kebiasaan dan sifat-sifat buruk lainnya.tahap keduanya Tahalli, yaitu mengembangkan potensi-potensi positif yang ada pada diri jamaah, serta membangun nilai-nilai kebaikan dan kebersamaan.tahap ketiga yaitu Tajalli, di mana jemaah telah mengenal dirinya dan mengagungkan Allah SangPencipta.

Untuk meningkatkan kualitas layanan haji ramah lansia, perlu dikembangkan model konseling spiritual yang lebih aplikatif dan bersifat campuran, yang dapat menyesuaikan dengan kompleksitas permasalahan yang dihadapi jemaah lansia. Selain itu, rekrutmen petugas PPIH Layanan Lansia dan Disabilitas harus mempertimbangkan pemahaman tentang konseling spiritual sejak awal, sehingga program RKL yang disusun dapat terintegrasi dengan baik. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan metode konseling spiritual yang khas dan efektif untuk jemaah lansia, serta mengukur dampak positifnya terhadap kenyamanan, kesehatan, dan kemandirian jemaah dalam beribadah.

Read online
File size492.15 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test