UNDIKSHAUNDIKSHA
Ganesha Civic Education JournalGanesha Civic Education JournalThe COVID-19 pandemic is currently attacking Indonesia and encouraging an increase in internet consumption, especially social media. Freedom to access information can have both positive and negative impacts on the millennial generation. One of the negative impacts is moral decline or moral degradation. This article aims to find out how to overcome moral degradation among the millennial generation through Pancasila-based educational content. The method used is literature review by searching for journal articles from Google Scholar and ebooks from 2019 to 2021. By combining several keywords, the author formulates several research questions: (a) what are millennials and social media? (b) how the impact of social media on the moral character of the millennial generation?, and (c) how to overcome moral degradation among the millennial generation? Based on the analysis of research findings, ten journals met the inclusion of reviews based on research content. This research is motivated by the moral degradation of the millennial generation as a negative impact of the use of social media. The ten articles collected show that creating educational and informative content based on Pancasila can overcome moral degradation on social media. In addition, media literacy can also overcome moral degradation.
The study concludes that the increasing use of social media can negatively impact the millennial generation, potentially leading to moral degradation.Pancasila serves as a guiding principle for filtering information accessed on social media, and its values should be integrated into online content.Overcoming moral decline requires promoting media literacy and creating educational content grounded in Pancasila principles.
Further research should explore the effectiveness of different Pancasila-based content formats (videos, infographics, interactive games) in engaging millennials and fostering moral reasoning. Investigating the role of community leaders and influencers in promoting positive online behavior and disseminating Pancasila values is also crucial. Additionally, studies could examine the correlation between media literacy education in schools and the ability of millennials to critically evaluate online information and resist negative influences, ultimately contributing to a more ethically conscious digital citizenry. These investigations should consider the specific cultural contexts and nuances within Indonesia to ensure the relevance and impact of the findings.
| File size | 223.07 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
STAI IUSTAI IU Pendidikan adalah kebutuhan dasar yang membentuk pola pikir dan kepribadian manusia. Dalam era globalisasi, manusia tidak diserang melalui perang, tetapiPendidikan adalah kebutuhan dasar yang membentuk pola pikir dan kepribadian manusia. Dalam era globalisasi, manusia tidak diserang melalui perang, tetapi
UNWAHAUNWAHA Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif pada siswa. Setelah kegiatan, siswa mampu membedakan perilaku baik dan buruk, mengurangi penggunaanHasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif pada siswa. Setelah kegiatan, siswa mampu membedakan perilaku baik dan buruk, mengurangi penggunaan
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO Analisis deskriptif digunakan dalam studi ini untuk mengeksplorasi dinamika pembelajaran dan interaksi sosial di lingkungan sekolah. Untuk pengumpulanAnalisis deskriptif digunakan dalam studi ini untuk mengeksplorasi dinamika pembelajaran dan interaksi sosial di lingkungan sekolah. Untuk pengumpulan
UNRAMUNRAM Pada masa Orde Baru, kebijakan revitalisasi madrasah dan pesantren serta penerapan SKB Tiga Menteri dan UU No. 2 Tahun 1989 memperkuat legitimasi pendidikanPada masa Orde Baru, kebijakan revitalisasi madrasah dan pesantren serta penerapan SKB Tiga Menteri dan UU No. 2 Tahun 1989 memperkuat legitimasi pendidikan
PENERBITPENERBIT Munculnya krisis moral, menurunnya etika sosial, serta kurangnya figur panutan menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembentukanMunculnya krisis moral, menurunnya etika sosial, serta kurangnya figur panutan menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembentukan
IAINFMPAPUAIAINFMPAPUA Data saat ini dianalisis menggunakan metode hermeneutika melalui analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter berkontribusi terhadapData saat ini dianalisis menggunakan metode hermeneutika melalui analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter berkontribusi terhadap
UINSIUINSI Implementasi nilai agama dan moral dilakukan melalui pembiasaan, sementara perkembangan kognitif didukung dengan berbagai media pembelajaran.meskipun demikian,Implementasi nilai agama dan moral dilakukan melalui pembiasaan, sementara perkembangan kognitif didukung dengan berbagai media pembelajaran.meskipun demikian,
UIN SGDUIN SGD Dengan keterampilan dan kompetensi yang dimiliki, santri diajarkan untuk menghormati pendapat orang lain dan juga menjadi kebiasaan untuk mebentuk upaya-upayaDengan keterampilan dan kompetensi yang dimiliki, santri diajarkan untuk menghormati pendapat orang lain dan juga menjadi kebiasaan untuk mebentuk upaya-upaya
Useful /
STAI IUSTAI IU Akhlak siswa peserta didik kelas XI di SMAN 1 Cikarang Timur yang kategori rendah sebesar 8%, kategori sedang sebesar 88%, dan kategori tinggi sebesarAkhlak siswa peserta didik kelas XI di SMAN 1 Cikarang Timur yang kategori rendah sebesar 8%, kategori sedang sebesar 88%, dan kategori tinggi sebesar
UIN SGDUIN SGD Artikel ini menjelaskan tentang pemahaman santri terhadap konsepsi uzlah di pesantren dan bagaimana santri melaksanakan kegiatan uzlah sebagai upaya pembinaanArtikel ini menjelaskan tentang pemahaman santri terhadap konsepsi uzlah di pesantren dan bagaimana santri melaksanakan kegiatan uzlah sebagai upaya pembinaan
UIN SGDUIN SGD Artikel ini mengkaji penafsiran al‑Quran oleh para ahli pendidikan di Indonesia kontemporer melalui telaah 24 karya Tafsīr Tarbawī yang diterbitkanArtikel ini mengkaji penafsiran al‑Quran oleh para ahli pendidikan di Indonesia kontemporer melalui telaah 24 karya Tafsīr Tarbawī yang diterbitkan
JAYABAYAJAYABAYA Umumnya mahasiswa menjelaskan bahwa kegiatan memposting status di media sosial tidak selalu mengandung cyber bullying, namun mahasiswa tidak menyangkalUmumnya mahasiswa menjelaskan bahwa kegiatan memposting status di media sosial tidak selalu mengandung cyber bullying, namun mahasiswa tidak menyangkal