UGJUGJ

Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaDeiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

This study aims to reveal the construction of discourse on corruption at Pertamina in a Tempo.com news article entitled “Corruption at Pertamina: Public Losses Due to Adulterated Pertamax Estimated at Rp 17.4 Trillion per Year by applying Norman Faircloughs Critical Discourse Analysis (CDA) model. The primary data consists of the full text of the news article. The analysis was conducted across three dimensions: the textual dimension, the discursive-practical dimension, and the social-practical dimension. The results indicate that the news text not only presents facts but also reinforces the credibility of the news by presenting qualitative data, promoting social control, and mobilizing public opinion. Thus, this discourse functions as an arena for ideological resistance and social change, affirming the role of digital media in demanding transparency and institutional accountability.

com tidak hanya menyajikan laporan faktual, melainkan juga membangun makna ideologis melalui pilihan kata, struktur gramatikal, dan perpaduan gaya penulisan.Proses produksi, distribusi, dan konsumsi wacana menunjukkan peran media digital dalam mengaktifkan kontrol publik.Praktik sosialnya mencerminkan relasi kekuasaan antara warga sipil dan korporasi-negara, di mana deregulasi harga BBM membuka celah manipulasi mutu.Dengan demikian, analisis kritis Fairclough menegaskan bahwa wacana korupsi Pertamax oplosan adalah arena perlawanan ideologi dan agen perubahan sosial yang menuntut transparansi serta akuntabilitas institusional.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam bagaimana framing berita korupsi Pertamina oleh media lain memengaruhi persepsi publik dan respons kebijakan pemerintah. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan menganalisis wacana korupsi di sektor lain, seperti pengadaan barang dan jasa pemerintah, untuk mengidentifikasi pola dan strategi komunikasi yang serupa. Terakhir, penelitian kualitatif mendalam dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, seperti melalui focus group discussion atau wawancara mendalam, dapat dilakukan untuk memahami bagaimana masyarakat menginterpretasikan dan merespons wacana korupsi dalam kehidupan sehari-hari, serta bagaimana hal ini memengaruhi perilaku dan tindakan mereka dalam mendorong akuntabilitas dan transparansi.

  1. Peningkatan Kemampuan Mahasiswa Memahami Struktur Wacana Melalui Metode Analisis Wacana Kritis Berbasis... doi.org/10.33603/deiksis.v6i1.1905Peningkatan Kemampuan Mahasiswa Memahami Struktur Wacana Melalui Metode Analisis Wacana Kritis Berbasis doi 10 33603 deiksis v6i1 1905
  2. Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia Youtuber Eropa pada Tataran Linguistik | Deiksis: Jurnal Pendidikan... jurnal.ugj.ac.id/index.php/Deiksis/article/view/6908Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia Youtuber Eropa pada Tataran Linguistik Deiksis Jurnal Pendidikan jurnal ugj ac index php Deiksis article view 6908
  3. Konstruksi Ideologi Menggunakan Fitur Gramatikal dalam Rubrik Tajuk Harian Umum Haluan Kepri | Andheska... jurnal.ugj.ac.id/index.php/Deiksis/article/view/1144Konstruksi Ideologi Menggunakan Fitur Gramatikal dalam Rubrik Tajuk Harian Umum Haluan Kepri Andheska jurnal ugj ac index php Deiksis article view 1144
  4. Ideologi Konsumerisme pada Poster Iklan Minuman: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough | Jurnal Onoma:... doi.org/10.30605/onoma.v10i1.3296Ideologi Konsumerisme pada Poster Iklan Minuman Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Jurnal Onoma doi 10 30605 onoma v10i1 3296
Read online
File size271.47 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test