JURNALPERTANIANUNISAPALUJURNALPERTANIANUNISAPALU

Jurnal AgrotechJurnal Agrotech

Selada merupakan salah satu sayuran yang paling banyak dikonsumsi dan menjadi salah satu komoditas penting karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan varietas yang memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi di daerah dataran rendah Karawang melalui sistem vertikultur. Penelitian dilakukan di Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang pada bulan Mei – Agustus 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor Tunggal yang terdiri dari 6 perlakuan varietas tanaman selada dataran rendah dengan 4 ulangan, yaitu A (Grand Rapids), B (Batavia Maritima), C (Kriebo), D (Batavia Brava), E (Batavia Caipira) dan F (Arista). Pengaruh perlakuan dianalisis dengan sidik ragam dan jika uji F taraf 5% Signifikan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata pertumbuhan dan hasil beberapa varietas selada terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, panjang akar, bobot segar per tanaman dan bobot segar per talang. Perlakuan E (Batavia Caipira) menghasilkan tinggi tanaman (14.94 cm), jumlah daun (16.40 helai), diameter batang (5.56 mm), luas daun (1065.90 cm2), panjang akar (16.13 cm), bobot segar per tanaman (57.36 gram) dan bobot segar per talang (510.13 gram).

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh nyata pertumbuhan dan hasil beberapa varietas selada (Lactuca sativa L.) terhadap tinggi tanaman, jumlah daun (kecuali umur 7 hst), diameter batang, luas daun, panjang akar, bobot segar per tanaman dan bobot segar petalang melalui sistem vertikultur.Perlakuan E (Batavia Caipira) dengan memberikan hasil tertinggi terhadap jumlah daun umur 28 hst yaitu 16.40 helai, diameter batang umur 28 hst yaitu 5.56 mm, luas daun umur 28 hst yaitu 1065.90 cm2, panjang akar umur 28 hst yaitu 16.13 cm, bobot segar per tanaman umur 28 hst yaitu 57.36 gram dan bobot segar per talang umur 28 hst yaitu 510.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh varietas selada terhadap kualitas nutrisi dan rasa. Selain itu, penelitian tentang efektivitas sistem vertikultur dalam meningkatkan produksi selada di daerah dataran rendah juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Terakhir, studi tentang pengaruh pencahayaan dan suhu pada pertumbuhan selada di sistem vertikultur dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang teknik budidaya selada yang optimal.

Read online
File size263.58 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test