UNDANAUNDANA

Buletin Ilmiah IMPASBuletin Ilmiah IMPAS

Penelitian ini dilakukan pada Petani Bawang Merah di Desa Babuin Kecamatan Kolbano Kabupaten Timor Tengah Selatan dari bulan Oktober sampai November 2023. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: 1) Produktivitas Bawang Merah. 2) Peran Penyuluh Pertanian Dalam Meningkatkan Produktivitas Bawang Merah. 3) Hubungan Peran Penyuluh Pertanian Dengan Produktivitas Bawang Merah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan merupakan metode skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)Produktivitas bawang merah menunjukkan bahwa rata-rata tingkat produktivitas di lokasi penelitian sebesar 5,53 Ton/Ha. Persentase tertinggi sebesar 67,65% berada pada interval >5,53 Ton/Ha dan persentase terendah sebesar 32,35% berada pada interval <5,53 Ton/Ha. (2)Skor rata-rata peranan penyuluh pertanian sebesar 2,77. Presentase pencapaian skor maksimum dari nilai tersebut adalah sebesar 92,48%.Dengan demikian peranan penyuluh pertanian berada pada kategori sangat berperan. (3) Hubungan peran penyuluh pertanian dengan produktivitas bawang merah diperoleh nilai thitung sebesar 0,477,dan ttabel diperoleh nilai sebesar 0,239. Nilai thitunglebih besar ttabel, sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubugan yang signifikan antara peran penyuluh pertanian dengan produktivitas bawang merah.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa produktivitas bawang merah di lokasi penelitian tergolong tinggi.Peran penyuluh sebagai Fasilitator, Motivator dan Inovator memperoleh skor rata-rata peranan penyuluh pertanian sebesar 2,77 dengan presentase pencapaian skor maksimum sebesar 92,48%, sehingga peranan penyuluh pertanian berada pada kategori sangat berperan.Hasil analisis hubungan peran penyuluh pertanian dengan produktivitas bawang merah menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara peran penyuluh pertanian dengan produktivitas bawang merah.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi efektivitas peran penyuluh pertanian dalam meningkatkan produktivitas bawang merah, seperti kompetensi penyuluh, metode penyuluhan yang digunakan, dan karakteristik petani. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model penyuluhan pertanian yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan petani bawang merah di wilayah Timor Tengah Selatan, dengan mempertimbangkan kearifan lokal dan potensi sumber daya yang ada. Ketiga, penting untuk mengkaji dampak program-program pemerintah terkait pertanian terhadap produktivitas bawang merah dan peran penyuluh, serta mengidentifikasi kendala dan peluang untuk meningkatkan sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

Read online
File size239.75 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test