UNDANAUNDANA
Buletin Ilmiah IMPASBuletin Ilmiah IMPASIrigasi tetes merupakan pilihan tepat untuk mengatasi kekeringan, terutama pada pertumbuhan tanaman buah dan sayuran di musim kemarau panjang karena lahan memiliki sedikit persediaan air. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang dari Maret hingga April. Tujuannya adalah untuk memahami proses pemberdayaan masyarakat dalam menerapkan teknologi irigasi tetes untuk meningkatkan produksi tanaman hortikultura. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Alasan memilih teknologi ini adalah karena daerah tersebut masih kekurangan air, dan kelompok tani Bethesda telah menggunakan irigasi tetes dengan energi hijau (energi surya). Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan model Interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan teknologi irigasi tetes pada kelompok tani Bethesda meliputi: 1) sosialisasi tentang irigasi tetes, 2) teknik membuat irigasi tetes, 3) pemilihan jenis tanah, 4) pemilihan jenis tanaman, 5) penentuan penggunaan teknologi irigasi tetes, 6) persiapan dana, 7) tenaga kerja, 8) sekolah lapangan petani (SLP) tentang irigasi tetes. Masyarakat merespon dengan antusias dan setuju dengan pemasangan sistem teknologi irigasi tetes ini karena dapat membantu mengatasi masalah kekurangan air. Anggota kelompok memahami manfaat irigasi tetes dan terampil dalam memasang selang irigasi, pipa irigasi, membentangkan mulsa, dan menanam tanaman hortikultura.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa proses pemberdayaan teknologi irigasi tetes pada kelompok tani Bethesda melibatkan identifikasi, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang komprehensif.Sikap dan perilaku anggota kelompok tani Bethesda menjadi positif dengan adanya pemberdayaan sistem teknologi irigasi tetes, yang membantu mengatasi masalah kekurangan air dan meningkatkan keterampilan mereka dalam bertani.Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan jumlah pekerja untuk mengoptimalkan hasil budidaya, perhatian lebih dari pemerintah terhadap pemberdayaan sistem irigasi tetes, serta pemberian bantuan input dan pendampingan kepada petani.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai dampak ekonomi irigasi tetes terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani, dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang memengaruhi pendapatan mereka. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan model irigasi tetes yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan kondisi tanah yang berbeda-beda di wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk penggunaan sensor dan teknologi otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi integrasi irigasi tetes dengan praktik pertanian organik dan berkelanjutan lainnya, seperti penggunaan pupuk kompos dan pengendalian hama hayati, untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan produktif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut, serta mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan di Indonesia.
| File size | 202.81 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
BSIBSI Latar belakang dari kegiatan ini adalah tingginya biaya pakan yang menjadi kendala utama bagi petani ikan lele, serta kebutuhan untuk meningkatkan hasilLatar belakang dari kegiatan ini adalah tingginya biaya pakan yang menjadi kendala utama bagi petani ikan lele, serta kebutuhan untuk meningkatkan hasil
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Program serupa disarankan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan program posyandu serta dukungan lintas sektor guna menurunkanProgram serupa disarankan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan program posyandu serta dukungan lintas sektor guna menurunkan
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai penyebab, dampak, dan pencegahan stunting, serta antusiasme masyarakat terhadapHasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai penyebab, dampak, dan pencegahan stunting, serta antusiasme masyarakat terhadap
UNIPMAUNIPMA Oleh karena itu perlu adanya pelatihan pada pelaku UMKM sebagai solusi permasalahan mitra yang bertujuan untuk menambah wawasan dan keterampilan digitalOleh karena itu perlu adanya pelatihan pada pelaku UMKM sebagai solusi permasalahan mitra yang bertujuan untuk menambah wawasan dan keterampilan digital
169169 Ritual ini melibatkan berbagai tahapan, seperti ibadah, Rajah Pamunah, dan hiburan serta peralatan ritual yang harus dipatuhi oleh peserta masyarakat.Ritual ini melibatkan berbagai tahapan, seperti ibadah, Rajah Pamunah, dan hiburan serta peralatan ritual yang harus dipatuhi oleh peserta masyarakat.
BSIBSI Dari 15 peserta yang mengikuti dan mengisi tabel evaluasi, seluruhnya merasa sangat puas sehingga ingin mengajarkan kegiatan ini pada kerabat ataupun keluargaDari 15 peserta yang mengikuti dan mengisi tabel evaluasi, seluruhnya merasa sangat puas sehingga ingin mengajarkan kegiatan ini pada kerabat ataupun keluarga
UNPAKUNPAK Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode penelitian tindakan dan solusi atas permasalahan masyarakat. Metode ini adalah metode yang menggabungkanMetode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode penelitian tindakan dan solusi atas permasalahan masyarakat. Metode ini adalah metode yang menggabungkan
UNPAKUNPAK Perigi, Kebayoran Lama Selatan, ditujukan kepada Forum Anak Se-Kecamatan Kebayoran Lama, melalui ceramah dan diskusi tentang aspek klinis stunting, pencegahan,Perigi, Kebayoran Lama Selatan, ditujukan kepada Forum Anak Se-Kecamatan Kebayoran Lama, melalui ceramah dan diskusi tentang aspek klinis stunting, pencegahan,
Useful /
UNDANAUNDANA Kendala utama yang dihadapi meliputi kurangnya fasilitas praktik, partisipasi petani yang rendah selama kunjungan lapangan, serta rendahnya pemahaman petaniKendala utama yang dihadapi meliputi kurangnya fasilitas praktik, partisipasi petani yang rendah selama kunjungan lapangan, serta rendahnya pemahaman petani
UNDANAUNDANA Pemberantasan hama dan penyakit merupakan masalah prioritas yang dihadapi petani dalam Budidaya Sayur Kangkung Organik di Desa Baumata Timur, KecamatanPemberantasan hama dan penyakit merupakan masalah prioritas yang dihadapi petani dalam Budidaya Sayur Kangkung Organik di Desa Baumata Timur, Kecamatan
STFXAMBONSTFXAMBON Kesimpulan Dalam membangun relasi, tidak harus selalu mengikuti tren atau sesuatu yang wao. Relasi dapat diungkapkan melalui berbagai cara, seperti seniKesimpulan Dalam membangun relasi, tidak harus selalu mengikuti tren atau sesuatu yang wao. Relasi dapat diungkapkan melalui berbagai cara, seperti seni
STFXAMBONSTFXAMBON Tujuan penulisan ini adalah untuk menjawab masalah tersebut, menganalisis, dan merefleksikan aksiologi Max Scheler untuk menunjukkan kelemahan dan kelebihanTujuan penulisan ini adalah untuk menjawab masalah tersebut, menganalisis, dan merefleksikan aksiologi Max Scheler untuk menunjukkan kelemahan dan kelebihan