UNDANAUNDANA

Buletin Ilmiah IMPASBuletin Ilmiah IMPAS

Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan terhitung mulai dari bulan Maret - bulan April 2024 berlokasi di Desa Serubeba, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao. Tujuan dari penelitian ini adalah 1). Mengetahui pendapatan usahatani bawang merah di Desa Serubeba, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao. 2). Mengetahui Tingkat kelayakan usahatani bawang merah di Desa Serubeba, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah secara sengaja (Purposive sampling). Sampel dari penelitian ini, diambil dari petani yang berusahatani bawang merah sebanyak 50 orang. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Analisis dalam penelitian ini meliputi analisis pendapatan dan kelayakan dengan menggunakan metode analisis R/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi 1.844,8 kg dan rata-rata penerimaan pada usahatani bawang merah sebesar Rp. 39.146.656/MT. Dan rata-rata total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 12.941.520. Sehingga memberikan pendapatan sebesar Rp.26.846.001/MT. R/C Ratio usahatani selama satu musim tanam untuk bawang merah rata-rata sebesar 3.18. Sehingga usahatani tanaman bawang merah layak diusahakan (menguntungkan) dan meningkatkan pendapatan usahatani.

Pendapatan usahatani bawang merah di Desa Serubeba sebesar Rp26.001 per petani per musim tanam, diperoleh dari selisih antara penerimaan dan biaya produksi.Usahatani bawang merah di Desa Serubeba dinyatakan layak karena nilai R/C Ratio sebesar 3,18, artinya setiap 1 rupiah biaya yang dikeluarkan menghasilkan 3,18 rupiah.Usahatani ini menguntungkan secara finansial dan berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani.

Pertama, perlu diteliti bagaimana penerapan teknik budidaya organik terhadap produktivitas dan pendapatan petani bawang merah di Desa Serubeba, mengingat potensi pasar yang semakin meningkat terhadap produk pertanian organik. Kedua, sebaiknya dilakukan penelitian tentang efektivitas penggunaan benih lokal dibandingkan benih impor dalam konteks ketersediaan, kualitas, dan dampaknya terhadap biaya produksi dan keuntungan petani. Ketiga, perlu dikaji lebih lanjut mengenai penguatan kelembagaan pemasaran petani, seperti koperasi atau kelompok tani, untuk melihat bagaimana struktur kolektif dapat meningkatkan daya tawar petani dan efisiensi distribusi hasil panen ke pasar yang lebih luas. Penelitian-penelitian ini dapat membantu petani beralih dari pertanian subsisten menuju pertanian komersial yang berkelanjutan, meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga, serta mengurangi ketergantungan pada input pertanian berbiaya tinggi. Dengan demikian, pengembangan usahatani bawang merah tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga pada aspek pemasaran, nilai tambah, dan kemandirian petani secara menyeluruh.

Read online
File size286.63 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test