UIN ANTASARIUIN ANTASARI

Syariah: Jurnal Hukum dan PemikiranSyariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran

Penelitian ini membahas rekonstruksi filosofi pernikahan melalui kajian ritual Mandi Bapapai dalam adat pernikahan Banjar sebagai implementasi budaya dari Maqashid al-Nikah dalam upaya mencapai kesucian spiritual dan keharmonisan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis refleksi nilai-nilai Maqashid al-Nikah dalam ritual Mandi Bapapai serta mengungkap peran spiritual dan sosialnya dalam membangun kesucian dan harmoni dalam pernikahan.

Dalam konteks Maqashid al-Nikah, ritual mandi bapapai tidak hanya berfungsi sebagai upaya fisik untuk membersihkan diri, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang lebih dalam.Sebagai tradisi yang memprioritaskan nilai-nilai syariah, mandi bapapai berfungsi untuk mengharapkan berkah dan harmoni dalam hubungan antara suami dan istri di masa depan.Hal ini sejalan dengan temuan bahwa tujuan Maqashid al-Nikah mencakup aspek menjaga ketenangan pikiran dan tubuh.Selain itu, ritual bapapai mencerminkan nilai-nilai kekeluargaan dan dukungan sosial dalam masyarakat Banjar.Melalui pelaksanaan ritual ini, masyarakat mengakui, menghormati, dan merayakan pernikahan sebagai institusi sosial yang mendasar.Ritual ini tidak hanya berfungsi sebagai praktik ritual tradisional, tetapi juga sebagai sarana untuk mempertahankan komunitas sosial dalam masyarakat Banjar.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang implikasi sosial dan spiritual dari ritual mandi bapapai dalam pernikahan Banjar. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana ritual ini memperkuat ikatan sosial dan spiritual antara pasangan yang menikah, keluarga, dan komunitas. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana ritual ini dapat menjadi sarana untuk mendidik dan membentuk karakter individu dalam masyarakat Banjar, serta memperkuat nilai-nilai gotong royong dan solidaritas dalam komunitas. Studi lanjutan juga dapat menyelidiki bagaimana ritual ini dapat menjadi jembatan dialog antara generasi muda dan tua dalam masyarakat Banjar, serta bagaimana ritual ini dapat menjadi sarana untuk mempertahankan dan melestarikan nilai-nilai budaya Banjar.

  1. Islamic Values of the Peta Kapanca Tradition at the Mbojo Tribe's Marriage, West Nusa Tenggara,... journal.unimma.ac.id/index.php/cakrawala/article/view/3405Islamic Values of the Peta Kapanca Tradition at the Mbojo Tribes Marriage West Nusa Tenggara journal unimma ac index php cakrawala article view 3405
  2. Marriage Agreement Controversy in Indonesia-Malaysia Border Communities in Sambas Regency | El-Mashlahah.... e-journal.iain-palangkaraya.ac.id/index.php/maslahah/article/view/4382Marriage Agreement Controversy in Indonesia Malaysia Border Communities in Sambas Regency El Mashlahah e journal iain palangkaraya ac index php maslahah article view 4382
  3. Safeguarding Minors' Personal Data: Legal Principles in Information Security in Ukraine and Eurupean... doi.org/10.18592/sjhp.v23i2.12304Safeguarding Minors Personal Data Legal Principles in Information Security in Ukraine and Eurupean doi 10 18592 sjhp v23i2 12304
  4. Resistance to Child Marriage Prevention in Indonesia and Malaysia | AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah. resistance... journal.uinjkt.ac.id/index.php/ahkam/article/view/32014Resistance to Child Marriage Prevention in Indonesia and Malaysia AHKAM Jurnal Ilmu Syariah resistance journal uinjkt ac index php ahkam article view 32014
Read online
File size426.76 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test