UNJAUNJA
Kajian Linguistik dan SastraKajian Linguistik dan SastraTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gaya bahasa perbandingan yang terdapat dalam naskah 100 Monolog karya Putu Wijaya. Penelitian ini untuk mengungkap bagaimana gaya bahasa perbandingan di dalam naskah tersebut. Naskah yang dianalisis hanya yang bertemakan kekejaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan analitis. Data penelitian ini adalah gaya bahasa perbandingan dan sumber datanya adalah naskah 100 monolog. Penelitian dilakukan dengan teknik pengumpulan data, analisis data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat (1) gaya bahasa personifikasi merangkum pokok yang dibandingkan itu seolah-olah berwujud manusia baik dalam tindakan, perasaan, dan perwatakan manusia lainnya. (2) gaya bahasa metafora merangkum aspek yang dikemukakan ialah pokok pertama langsung dihubungkan dengan pokok kedua. (3) gaya bahasa perumpamaan memiliki aspek yang dikemukakan oleh perbandingan yang bersifat eksplisit ialah bahwa kesamaan langsung menyatakan perbandingan sesuatu yang sama dengan hal yang lain yaitu seperti, bagai. Jadi dapat disimpulkan gaya bahasa yang ditemukan dalam naskah 100 Monolog karya Putu Wijaya cenderung ke personifikasi yang menggambarkan benda mati seolah-olah hidup, kemudian metafora yaitu gaya bahasa yang mengungkapkan perbandiangan analogis, dan gaya bahasa persamaan yaitu membandingkan sesuatu yang bersifat eksplisit. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan bagi peneliti lain agar dapat melakukan kajian selain gaya bahasa perbandingan untuk naskah 100 Monolog, karena gaya bahasa perbandingan hanya salah satu unsur dari seluruh bagian cerita yang terdapat pada naskah sebagai objek dari penelitian. Oleh sebab itu, beberapa penelitian lain sangat memungkinkan diadakannya untuk mengungkapkan gaya bahasa yang disampaikan dalam naskah 100 Monolog karya Putu Wijaya.
Berdasarkan hasil analitis, maka dapat disimpulkan bahwa didalam naskah 100 Monolog karya Putu Wijaya terdapat gaya bahasa perbandingan, diantaranya yaitu.(1) gaya bahasa personifikasi yaitu gaya bahasa yang memperamalkan benda-benda mati seolah-olah hidup atau mempunyai sifat kemanusiaan.(2) gaya bahasa metafora yaitu gaya bahasa yang membandingkan secara implisit yang tersusun singkat, padat, dan rapi.(3) gaya bahasa perumpamaan yaitu perbandingan dua hal yang hakikatnya berlainan dan yang sengaja dianggap sama.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan kajian lebih mendalam tentang gaya bahasa yang digunakan dalam naskah 100 Monolog karya Putu Wijaya, dengan fokus pada aspek-aspek tertentu seperti penggunaan metafora, personifikasi, dan perumpamaan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi tema-tema yang muncul dalam naskah-naskah tersebut dan bagaimana gaya bahasa tersebut digunakan untuk menyampaikan pesan atau ide-ide tertentu. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi lebih luas dalam memahami karya-karya sastra Putu Wijaya dan gaya bahasa yang digunakan dalam karya-karyanya.
| File size | 144.18 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNUGHAUNUGHA TED Talks, renowned for their educational and inspirational content, often require a delicate balance between formal presentation and personal engagement.TED Talks, renowned for their educational and inspirational content, often require a delicate balance between formal presentation and personal engagement.
STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL Penelitian ini didorong oleh tantangan yang berkelanjutan dalam pendidikan tinggi, khususnya terkait dengan keterampilan menulis akademik mahasiswa, pengembanganPenelitian ini didorong oleh tantangan yang berkelanjutan dalam pendidikan tinggi, khususnya terkait dengan keterampilan menulis akademik mahasiswa, pengembangan
PBSI UPRPBSI UPR Penelitian ini menunjukkan bahwa interferensi dalam konteks media sosial bukan semata-mata bentuk penyimpangan bahasa, melainkan juga dapat dilihat sebagaiPenelitian ini menunjukkan bahwa interferensi dalam konteks media sosial bukan semata-mata bentuk penyimpangan bahasa, melainkan juga dapat dilihat sebagai
UNIMUDASORONGUNIMUDASORONG Dengan demikian, karya-karya ini menjadi dokumen kultural penting yang merekam nilai, kepercayaan, dan pandangan hidup masyarakat Madura, menunjukkan bahwaDengan demikian, karya-karya ini menjadi dokumen kultural penting yang merekam nilai, kepercayaan, dan pandangan hidup masyarakat Madura, menunjukkan bahwa
UM SURABAYAUM SURABAYA Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai nilai-nilai akhlak berupa nilai takwa, tawakal, kejujuran, keikhlasan, sabarPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai nilai-nilai akhlak berupa nilai takwa, tawakal, kejujuran, keikhlasan, sabar
UM SURABAYAUM SURABAYA Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peneliti menemukan majas dominan yang terdapat dalam Kumpulan Puisi Karya Mahasiswa FKIP Bahasa dan Sastra IndonesiaHasil penelitian ini menunjukkan bahwa peneliti menemukan majas dominan yang terdapat dalam Kumpulan Puisi Karya Mahasiswa FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia
AFEKSIAFEKSI Faktor seperti keteladanan dosen, aturan kampus, pembiasaan komunikasi Islami, dan kesadaran pribadi berperan penting dalam membentuk budaya kesantunan.Faktor seperti keteladanan dosen, aturan kampus, pembiasaan komunikasi Islami, dan kesadaran pribadi berperan penting dalam membentuk budaya kesantunan.
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI “Sour merupakan rekaman studio debut yang diproduksi Geffen Records di bulan Mei 2021. Data diambil dari lirik lagu Olivia Rodrigo, teori Knickerbocker“Sour merupakan rekaman studio debut yang diproduksi Geffen Records di bulan Mei 2021. Data diambil dari lirik lagu Olivia Rodrigo, teori Knickerbocker
Useful /
UM SURABAYAUM SURABAYA Pelanggran yang terjadi meliputi pelanggaran maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim cara/pelaksanaan. Pelanggaran maksim kuantitasPelanggran yang terjadi meliputi pelanggaran maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim cara/pelaksanaan. Pelanggaran maksim kuantitas
UM SURABAYAUM SURABAYA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunanaan media sosial dan berpikir kritis terhadap keterampilan membaca intensif. Jenis penelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunanaan media sosial dan berpikir kritis terhadap keterampilan membaca intensif. Jenis penelitian
STIESIASTIESIA Untuk memastikan keabsahan data, dilakukan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transisi dari Fasilitas KesehatanUntuk memastikan keabsahan data, dilakukan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transisi dari Fasilitas Kesehatan
APTKLHIAPTKLHI Studi ini menekankan pentingnya industri kehutanan di Portugal, dan membahas dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari kebakaran hutan terhadap sektorStudi ini menekankan pentingnya industri kehutanan di Portugal, dan membahas dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari kebakaran hutan terhadap sektor