IPBIPB
Jurnal Akuakultur IndonesiaJurnal Akuakultur IndonesiaKanibalisme merupakan salah satu penyebab rendahnya tingkat kelangsungan hidup benih kakap putih akibat sifat agresivitasnya. Hormon melatonin merupakan hormon yang dapat memodulasi interaksi agresif pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh hormon melatonin terhadap tingkat kanibalisme ikan kakap putih. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga kali ulangan, yaitu kontrol (tanpa pemberian hormon melatonin), melatonin dosis 5, 10, dan 15 µg/g ikan. Pemberian hormon dilakukan secara oral melalui suplementasi pakan. Benih kakap putih yang digunakan berukuran panjang rata-rata 2,82 ± 0,41 cm dan berat rata-rata 0,53± 0,08 g. Padat tebar yaitu 2 ekor/L. Benih kakap putih dipelihara selama 30 hari dengan sistem flow through dan pemberian pakan sebanyak tiga kali sehari secara restricted (Feeding rate 15%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hormon melatonin dapat menurunkan tingkat kanibalisme, meningkatkan kadar hormon melatonin, cenderung meningkatkan hormon estradiol 17β, dan tidak berpengaruh terhadap kadar glukosa tubuh benih kakap putih. Melatonin dosis 10 µg/g ikan dapat mengurangi tingkat kanibalisme sebesar 40,67% (P<0,05). Total kanibalisme tertinggi terdapat pada perlakuan kontrol dengan nilai sebesar 58,67% (P<0,05). Pemberian hormon melatonin tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bobot dan panjang tubuh benih kakap putih (P>0,05). Peningkatan dosis melatonin melebihi 10 µg/g ikan cendrung meningkatkan kanibalisme. Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian hormon melatonin dosis 10 µg/g ikan merupakan dosis optimal untuk mengurangi kanibalisme dan meningkatkan kelangsungan hidup benih, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pembenihan kakap putih.
Pemberian hormon melatonin dalam pakan mengurangi tingkat kanibalisme sebesar 40,67% dan tidak memengaruhi kinerja pertumbuhan benih kakap putih (Lates calcarifer), dengan dosis optimal 10 µg melatonin per gram ikan.Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian hormon melatonin dapat meningkatkan kelangsungan hidup benih dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pembenihan kakap putih.Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas melatonin pada berbagai ukuran benih dan kondisi lingkungan yang berbeda.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi mekanisme molekuler yang mendasari efek melatonin dalam mengurangi agresivitas dan kanibalisme pada ikan kakap putih. Hal ini dapat dilakukan dengan mengukur ekspresi gen yang terlibat dalam regulasi perilaku agresif setelah pemberian melatonin. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi efektivitas melatonin pada berbagai ukuran benih kakap putih, karena ukuran benih dapat memengaruhi respons terhadap hormon. Ketiga, penting untuk menguji efektivitas melatonin dalam kombinasi dengan strategi manajemen lainnya, seperti pengaturan kepadatan tebar atau pemberian pakan yang sesuai, untuk mencapai pengendalian kanibalisme yang lebih optimal.
| File size | 767.53 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UMRAHUMRAH Pertumbuhan ikan dipengaruhi oleh penyerapan pakan, maka untuk menambah kinerja penyerapan pakan secara maksimal dan untuk meningkatkan pertumbuhan ikanPertumbuhan ikan dipengaruhi oleh penyerapan pakan, maka untuk menambah kinerja penyerapan pakan secara maksimal dan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan
UMRAHUMRAH Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, dengan perlakuan K (Pemberian pakan tanpa penambahanPenelitian ini dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, dengan perlakuan K (Pemberian pakan tanpa penambahan
IPBIPB Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim selulase pada dosis 1,2 g/kg signifikan mampu menurunkan serat kasar LTe sebesar 78,19 %, hemiselulosaHasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim selulase pada dosis 1,2 g/kg signifikan mampu menurunkan serat kasar LTe sebesar 78,19 %, hemiselulosa
IPBIPB Pengujian dilakukan dengan percobaan lapangan di perairan laut dengan metode lepas dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok dengan dosis CaSiO3Pengujian dilakukan dengan percobaan lapangan di perairan laut dengan metode lepas dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok dengan dosis CaSiO3
IPBIPB 01 g) were reared in 180 L tanks (30 shrimp/tank) for 60 days. Citral supplementation increased blood glucose levels in the first two hours post-feeding,01 g) were reared in 180 L tanks (30 shrimp/tank) for 60 days. Citral supplementation increased blood glucose levels in the first two hours post-feeding,
IPBIPB Penambahan inulin dalam pakan berpotensi meningkatkan kesehatan, kinerja pertumbuhan, dan pemanfaatan pakan ikan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasiPenambahan inulin dalam pakan berpotensi meningkatkan kesehatan, kinerja pertumbuhan, dan pemanfaatan pakan ikan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi
IPBIPB Penelitian ini dilakukan pada bulan September–November 2022 dan metode eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)Penelitian ini dilakukan pada bulan September–November 2022 dan metode eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)
UMRAHUMRAH Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlakuan suhu memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup larva ikan kakap putih.Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlakuan suhu memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup larva ikan kakap putih.
Useful /
IPBIPB ferox (400 ppm), dan Z. zerumbet (200 ppm) perbandingan 1:1, selama 40 hari. Studi ini menghasilkan data, bahwa penambahan 5 mL ekstrak ke pakan secaraferox (400 ppm), dan Z. zerumbet (200 ppm) perbandingan 1:1, selama 40 hari. Studi ini menghasilkan data, bahwa penambahan 5 mL ekstrak ke pakan secara
IPBIPB Ikan uji adalah ikan lele yang telah memiliki gonad matang dan disuntik hormon ovaprim untuk persetujuan akhir. Penelitian ini terdiri dari delapan perlakuanIkan uji adalah ikan lele yang telah memiliki gonad matang dan disuntik hormon ovaprim untuk persetujuan akhir. Penelitian ini terdiri dari delapan perlakuan
UMRAHUMRAH Analisis data menggunakan One-Way ANOVA dan uji Duncan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai terbaik untuk FCR, EP, BM, PM, dan SGR diperoleh pada perlakuanAnalisis data menggunakan One-Way ANOVA dan uji Duncan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai terbaik untuk FCR, EP, BM, PM, dan SGR diperoleh pada perlakuan
UMRAHUMRAH Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian enzim papain pada pakan buatan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan bobot mutlak danKesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian enzim papain pada pakan buatan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan bobot mutlak dan