IPBIPB
Jurnal Akuakultur IndonesiaJurnal Akuakultur IndonesiaMortalitas tinggi yang terjadi pada benih lele yang disebabkan oleh penyakit motile aeromonas septicemia akibat Aeromonas hydrophila. Fokus utama adalah pada seleksi genetik generasi kedua (G2) lele untuk resistensi terhadap A. hydrophila, menggunakan gen lisozim tipe-C pada SNP-2 genotipe TT. Studi ini bertujuan menilai pewarisan marka genetik SNP2-Lys-C dari induk sangkuriang generasi pertama (G1) dan mengevaluasi ketahanan benih G2 terhadap infeksi. Dalam eksperimen, induk G1 genotipe TT dipijahkan dan benih G2 yang dihasilkan diuji dengan bakteri A. hydrophila. Hasil menunjukkan bahwa semua benih G2 memiliki genotipe TT dan menunjukkan tingkat kelangsungan hidup yang lebih baik dibandingkan dengan benih dominan genotipe CT. Ekspresi gen Lys-C pada benih G2 tinggi pada awal infeksi, menurun setelah hari ketujuh. Ekspresi gen MHC1a dan IL-1b juga terkait dengan tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi. Kelangsungan hidup benih G2 berkorelasi dengan jumlah sel darah putih dan aktivitas lisozim, serta peningkatan aktivitas fagositik yang mencapai puncak pada hari ketujuh. Kesimpulan studi ini menunjukkan bahwa benih lele G2 dengan genotipe TT memiliki resistensi yang lebih kuat terhadap infeksi A. hydrophila dibandingkan dengan benih dominan genotipe CT.
Benih lele G2 dengan genotipe TT menunjukkan resistensi yang lebih kuat terhadap infeksi A.hydrophila dibandingkan dengan benih dominan genotipe CT.Hasil ini mengindikasikan potensi seleksi genetik untuk meningkatkan ketahanan lele terhadap penyakit bakteri.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme resistensi secara lebih mendalam dan mengoptimalkan strategi pemuliaan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengidentifikasi gen-gen lain yang terlibat dalam respon imun lele terhadap infeksi A. hydrophila, selain gen Lys-C, MHC1a, dan IL-1b. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi efektivitas strategi pemuliaan selektif yang menggabungkan marka SNP2-Lys-C dengan gen-gen lain yang terkait dengan resistensi penyakit. Ketiga, penting untuk menguji ketahanan benih lele G2 dengan genotipe TT terhadap berbagai strain A. hydrophila, serta terhadap penyakit bakteri lainnya yang umum menyerang lele, untuk memastikan keandalan resistensi yang diperoleh.
| File size | 720.66 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
IPBIPB Tingginya kinerja produksi udang ini dikarenakan tambak HDPE memiliki parameter kualitas air yang lebih optimal dibandingkan dengan tambak tanah, terutamaTingginya kinerja produksi udang ini dikarenakan tambak HDPE memiliki parameter kualitas air yang lebih optimal dibandingkan dengan tambak tanah, terutama
UNTARUNTAR This study aims to determine the effect of profitability, liquidity, asset structure, and firm size on the capital structure of a company. ObservationsThis study aims to determine the effect of profitability, liquidity, asset structure, and firm size on the capital structure of a company. Observations
UNTARUNTAR These results underscore the crucial function of these three factors in improving purchase intentions, suggesting that focusing on social media marketing,These results underscore the crucial function of these three factors in improving purchase intentions, suggesting that focusing on social media marketing,
IPBIPB Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan spesifik ikan yang diberi suplementasi daun insulin (3,46-3,79%) lebih tinggi dibandingkan ikan kontrolHasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan spesifik ikan yang diberi suplementasi daun insulin (3,46-3,79%) lebih tinggi dibandingkan ikan kontrol
IPBIPB parahaemolyticus yang dilakukan hingga 6 hari pasca injeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik maupun paraprobiotik L. paracasei melaluiparahaemolyticus yang dilakukan hingga 6 hari pasca injeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik maupun paraprobiotik L. paracasei melalui
IPBIPB Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian OodevⓇ meningkatkan indeks gonadosomatik (GSI) dan indeks hepatosomatik (HSI) pada belut betina berukuranHasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian OodevⓇ meningkatkan indeks gonadosomatik (GSI) dan indeks hepatosomatik (HSI) pada belut betina berukuran
IPBIPB Hasil menunjukkan bahwa rehabilitasi mangrove di Bireuen masih terancam oleh alih fungsi lahan. Silvofishery menghadapi tantangan karena tiga hal utama:Hasil menunjukkan bahwa rehabilitasi mangrove di Bireuen masih terancam oleh alih fungsi lahan. Silvofishery menghadapi tantangan karena tiga hal utama:
IPBIPB Penelitian ini dilakukan pada bulan September–November 2022 dan metode eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)Penelitian ini dilakukan pada bulan September–November 2022 dan metode eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)
Useful /
UNTARUNTAR The research employs a quantitative approach with a purposive sampling technique, using a sample of 34 companies listed on the Indonesia Stock ExchangeThe research employs a quantitative approach with a purposive sampling technique, using a sample of 34 companies listed on the Indonesia Stock Exchange
UNTARUNTAR 1) Penghindaran pajak tidak dipengaruhi secara signifikan oleh ukuran perusahaan. 2) Leverage tidak memiliki pengaruh yang dapat dibedakan terhadap penghindaran1) Penghindaran pajak tidak dipengaruhi secara signifikan oleh ukuran perusahaan. 2) Leverage tidak memiliki pengaruh yang dapat dibedakan terhadap penghindaran
IPBIPB Secara histomorfologi, kombinasi Ramuan Barokah dan salinitas 4 ppt menunjukkan adanya peningkatan dimensi vili, kripta, dan tunika mukosa pada usus sertaSecara histomorfologi, kombinasi Ramuan Barokah dan salinitas 4 ppt menunjukkan adanya peningkatan dimensi vili, kripta, dan tunika mukosa pada usus serta
IPBIPB Penelitian ini menggunakan ikan 120 ekor, masing-masing 10 ekor dengan berat 8,46 ± 0,42 g dipelihara dalam tiap akuarium bervolume 30 L selama 30 hari.Penelitian ini menggunakan ikan 120 ekor, masing-masing 10 ekor dengan berat 8,46 ± 0,42 g dipelihara dalam tiap akuarium bervolume 30 L selama 30 hari.