JOURNAL COMPUTINGJOURNAL COMPUTING

Journal of Information Technology AmperaJournal of Information Technology Ampera

Pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan terdapat berbagai macam barang inventaris yang diberikan oleh pemerintah pusat sebagai sarana dan prasarana. Dimana setiap bulannya selalu dilakukan proses monitoring terhadap barang inventaris tersebut. Proses monitoring barang inventaris tersebut masih menggunakan sistem manual yaitu dalam proses pendataan petugas melakukan pengisian form secara manual kemudian dilakukan perekapan dalam sebuah buku catatan barang inventaris dan menggunakan stiker untuk keterangan pada barang. Hal tersebut mengakibatkan sering terjadinya tumpang tindih data maupun kehilangan data sehingga data yang dihasilkan tidak valid dikarenakan pencatatan barang yang dipinjamkan maupun barang inventaris yang rusak di setiap ruangan tidak dikelola dengan maksimal. Dengan demikian dalam pengelolaan barang inventaris sangat membutuhkan dukungan dari sebuah sistem monitoring inventaris barang. Dlam proses perancangan sistem ini penulis menggunakan metode waterfall. Model waterfall merupakan salah satu model pengembangan perangkat lunak yang ada di dalam model SDLC (Sequencial Development Life Cycle) yang memiliki 4 tahapan yaitu analisis, desain, pengodean, pengujian, dan pemeliharaan. Sehingga, hasil yang diperoleh saat monitoring barang inventaris akan mendapatkan hasil yang valid dan pekerjaan petugas monitoring akan lebih efektif dan efisien. Sistem yang dibuat juga telah dilakukan pengujian dengan metode black box dan pengujian user dari 30 responden menyatakan sistem berjalan baik berdasarkan hasil responden dengan rata-rata 87%. Dengan Sistem informasi inventori barang dapat membantu proses pengelolaan transaksi barang, persediaan barang, dan laporan periode setiap bulan ataupun tahun secara cepat dan tepat.

Berdasarkan dari pembahasan penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut.1) Sistem monitoring inventaris barang mampu memberikan kemudahan kepada petugas yang bertanggung jawab untuk mendata barang inventaris dan admin sebagai petugas pengelola Inventaris Barang di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan.2) Berdasarkan hasil uji blackbox semua menu yang ada pada sistem berfungsi dengan baik sesui dengan fungsionalitas menu tersebut.3) Berdasarkan hasil pengujian usability terhadap 30 responden menyatakan bahwa secara keseluruhan sistem dapat diterima pengguna dengan sangat baik, melalui indikasi ratarata persentase 90% pada pernyataan responden yang meliputi fungsi, menu, mudah dimengerti, mudah untuk digunakan, tampilan yang menarik, membantu pengolahan data, dan dapat mempercepat pekerjaan.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, pengembangan sistem monitoring inventaris barang di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan dapat diarahkan untuk mengintegrasikan sistem dengan perangkat mobile agar petugas dapat melakukan monitoring di lapangan secara real-time. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas sistem dalam mengurangi kehilangan data dan memastikan keakuratan inventaris. Selanjutnya, dapat dilakukan integrasi sistem inventaris dengan sistem keuangan dan sumber daya manusia untuk mempermudah pelacakan aset dan alokasi anggaran, sehingga menghasilkan informasi yang lebih komprehensif dalam pengambilan keputusan.

  1. #sistem monitoring#sistem monitoring
  2. #tata ruang#tata ruang
Read online
File size304.55 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-10m
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test