WIDYADHARMAWIDYADHARMA

BLESSBLESS

Pengajaran terjemahan sekarang dapat menggabungkan komponen multimedia seperti subtitle selain teks tertulis seperti buku atau dokumen. Subtitle dan terjemahan terkait; yang terakhir menyediakan media dinamis untuk berlatih menerjemahkan dan belajar bahasa. Studi ini memeriksa bagaimana subtitling dapat dimasukkan ke dalam instruksi terjemahan, dengan fokus khusus pada terjemahan Indonesia-Inggris yang diselesaikan oleh mahasiswa semester lima. Keterampilan terjemahan penting seperti pertumbuhan kosa kata, pemahaman ungkapan idiomatik, dan adaptasi konteks semua dikembangkan oleh siswa melalui latihan subtitling. Siswa juga mendapatkan pemahaman tentang variasi linguistik dan budaya, yang membantu mereka mengembangkan teknik terjemahan yang peka budaya. Studi ini mengevaluasi akurasi, keterbacaan, dan keterimaan subtitle untuk menilai kualitas terjemahan. Terjemahan siswa dinilai menggunakan metodologi kualitatif. Studi ini menggunakan total 204 data. Skor rata-rata adalah 2,65 untuk akurasi, 2,23 untuk keterimaan, dan 2,38 untuk aspek keterbacaan. Rata-rata total studi adalah 2,51, yang berarti bahwa subtitle yang dihasilkan oleh siswa berada pada tingkat menengah.

Berdasarkan temuan dan diskusi, siswa menghasilkan total 204 data untuk transkrip terjemahan mereka.Ada 143 data yang akurat (70%), 50 data kurang akurat (25%), dan 11 data tidak akurat (5%).Dalam hal keterimaan, ada 88 data yang dapat diterima (43%), 74 data kurang dapat diterima (36%), dan 42 data tidak dapat diterima (21%).Dalam hal keterbacaan, ada 111 data yang dapat dibaca (54%), 59 data kurang dapat dibaca (29%), dan 34 data tidak dapat dibaca (17%).Skor kualitas terjemahan rata-rata dari subtitle yang dihasilkan siswa adalah 2,51, yang menunjukkan bahwa terjemahan berada pada kualitas menengah.Skor akurasi adalah 2,65, keterimaan adalah 2,23, dan keterbacaan adalah 2,38.Ini menunjukkan bahwa siswa melakukan pekerjaan yang baik dalam menerjemahkan video.Skor rata-rata untuk akurasi lebih tinggi daripada aspek kualitas terjemahan lainnya.Namun, masih ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan selama proses terjemahan.Ini karena mereka tidak familiar dengan beberapa kata atau bahasa sumber.Dalam video, pembicara menggunakan berbagai bahasa lokal Indonesia dan aksen.Beberapa di antaranya memiliki aksen Medan, Sunda, dan Jawa.Pembicara juga memasukkan bahasa ke dalam ucapan mereka, yang membuatnya sulit bagi siswa untuk menentukan kesetaraan kata atau kalimat.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan, berikut adalah saran penelitian lanjutan: . . 1. Mengembangkan metode penilaian kualitas terjemahan yang lebih komprehensif, yang mempertimbangkan aspek-aspek seperti akurasi, keterbacaan, dan keterimaan, serta faktor-faktor lain seperti kesesuaian budaya dan keaslian. . . 2. Melakukan penelitian lebih lanjut tentang tantangan dan manfaat penggunaan subtitling sebagai alat pedagogis dalam studi terjemahan, dengan fokus pada bagaimana subtitling dapat meningkatkan keterampilan terjemahan siswa dan pemahaman mereka tentang variasi linguistik dan budaya. . . 3. Menganalisis pengaruh penggunaan subtitling pada proses belajar bahasa, terutama dalam hal pengembangan kosa kata, pemahaman idiom, dan kemampuan adaptasi konteks. . . Saran-saran ini dapat membantu mengembangkan metode pengajaran terjemahan yang lebih efektif dan menyelidiki potensi subtitling sebagai alat belajar yang kuat dalam studi bahasa dan terjemahan.

Read online
File size375.08 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test