ARESTEARESTE

Applied Research in Science and TechnologyApplied Research in Science and Technology

Latar Belakang: Keterbatasan air dan nutrisi pada tanah karst menghambat pertumbuhan optimal bawang merah, sehingga pengelolaan air dan nutrisi dilakukan melalui variasi irigasi mikro dan pemupukan NPK. Variasi irigasi mikro dan pemupukan NPK dapat mendukung pertumbuhan dan kandungan flavonoid bawang merah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serapan nutrisi dan produksi total flavonoid bawang merah di tanah karst dengan variasi irigasi mikro dan pemupukan NPK. Metode: Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor utama. Faktor pertama adalah teknik irigasi, yang terdiri dari irigasi tetes (I1) dan irigasi kabut (I2). Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK, yang terdiri dari tiga tingkatan: 0 kg/ha (N1), 500 kg/ha (N2), dan 1000 kg/ha (N3). Parameter yang diamati meliputi kelembaban tanah, ketersediaan NPK tanah, serapan NPK tanaman, total flavonoid, pertumbuhan, dan hasil bawang merah. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa irigasi kabut dengan dosis NPK 1000 kg/ha menghasilkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan irigasi tetes dalam hal kelembaban tanah, ketersediaan dan serapan NPK, pertumbuhan, serta hasil panen. Ketersediaan nitrogen, fosfor, dan kalium tertinggi pada irigasi kabut dengan dosis 1000 kg/ha masing-masing adalah 0,36%, 89,20 ppm, dan 0,66 me%. Serapan fosfor pada irigasi kabut lebih tinggi dibandingkan irigasi tetes, yaitu masing-masing 0,81% dan 0,89%. Pertumbuhan dan hasil panen di bawah irigasi kabut dengan dosis NPK 1000 kg/ha juga memberikan hasil terbaik dibandingkan irigasi tetes dengan dosis NPK 1000 kg/ha, yaitu tinggi tanaman (30,69 dan 29,74 cm), jumlah daun (27,65 dan 25,77 daun), dan diameter umbi (30,07 dan 27,02 mm). Kandungan total flavonoid tertinggi diamati pada irigasi tetes dengan dosis 500 kg/ha dibandingkan irigasi kabut dengan dosis 500 kg/ha, yaitu (78,83 dan 50,96 mg/kg). Secara keseluruhan, teknik irigasi dengan variasi dosis NPK mampu meningkatkan serapan nutrisi dan flavonoid pada bawang merah di lahan karst.

Penelitian ini menunjukkan bahwa teknik irigasi mikro dan dosis NPK memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan, hasil panen, serapan nutrisi, dan kandungan flavonoid bawang merah.Irigasi kabut dengan dosis NPK 1000 kg/ha menghasilkan pertumbuhan, serapan nutrisi, dan hasil umbi tertinggi, sementara irigasi tetes dengan dosis 500 kg/ha menghasilkan kandungan flavonoid tertinggi.Dengan demikian, pemilihan teknik budidaya sebaiknya disesuaikan dengan tujuan produksi, yakni irigasi tetes untuk kualitas bioaktif dan irigasi kabut untuk hasil panen maksimal, dengan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk aplikasi berkelanjutan.

Penelitian lanjutan sangat krusial untuk memperdalam pemahaman dan mengoptimalkan budidaya bawang merah di lahan karst. Pertama, perlu diselidiki secara lebih mendalam mengenai mekanisme molekuler dan fisiologis yang memicu perbedaan akumulasi flavonoid pada bawang merah antara sistem irigasi tetes dan irigasi kabut. Misalnya, apakah tingkat stres oksidatif ringan pada irigasi tetes benar-benar menjadi pemicu utama peningkatan flavonoid, dan bagaimana interaksi ini dengan ketersediaan nutrisi NPK di tingkat seluler. Pemahaman ini akan sangat berharga untuk mengembangkan strategi budidaya yang tidak hanya meningkatkan hasil, tetapi juga kualitas fungsional bawang merah. Kedua, penting untuk mengeksplorasi bagaimana variasi spesifik pada karakteristik lahan karst, seperti kedalaman lapisan tanah, kandungan bahan organik, dan tingkat paparan batuan, serta interaksi dengan tekanan lingkungan lainnya (misalnya pola curah hujan yang tidak menentu atau fluktuasi suhu ekstrem), mempengaruhi efektivitas teknik irigasi mikro dan dosis NPK yang optimal. Hal ini akan membantu dalam merumuskan rekomendasi yang lebih adaptif untuk berbagai kondisi lahan karst yang mungkin berbeda. Terakhir, penelitian perlu diperluas untuk mengkaji keberlanjutan sistem budidaya ini dari perspektif ekonomi dan lingkungan. Analisis biaya-manfaat penerapan irigasi mikro dan pemupukan NPK, termasuk evaluasi dampak jangka panjang terhadap kesuburan tanah dan populasi mikroorganisme tanah, akan memberikan gambaran komprehensif tentang kelayakan dan dampak ekologis praktik pertanian ini. Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa rekomendasi yang diberikan tidak hanya produktif tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan ekonomis bagi petani.

  1. Water Supply and Temperature Effects on Some Nutritive Constituents of Direct Sown Onion | Notulae Botanicae... notulaebotanicae.ro/index.php/nbha/article/view/10257Water Supply and Temperature Effects on Some Nutritive Constituents of Direct Sown Onion Notulae Botanicae notulaebotanicae ro index php nbha article view 10257
Read online
File size469.69 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test