MITRAHUSADAMITRAHUSADA

Excellent Midwifery JournalExcellent Midwifery Journal

Suatu organisasi harus memiliki seorang pemimpin yang mampu mengarahkan dan membimbing pegawai dalam organisasi. Hubungan antara gaya kepemimpinan terhadap motivasi kinerja pegawai yaitu di mana apabila semakin tinggi motivasi kinerja seorang pegawai dalam bekerja maka kinerja yang dihasilkan juga akan semakin efektif dan kompeten dalam bidang kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . Dengan jumlah sampel 30 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan analisis data dilakukan secara univariat menggunakan pengolahan data. Hasil analisis uji chi-square dapat diperoleh gaya kepemimpinan memiliki hubungan terhadap motivasi kinerja pegawai Puskesmas Tigarunggu pada tahun 2024. Berdasarkan uji SPSS yang telah dilakukan oleh peneliti, hubungan antara gaya kepemimpinan terhadap motivasi kinerja pegawai di Puskesmas Tigarunggu pada tahun 2024, dilihat dari uji statistik yang digunakan dengan tes chi-square diperoleh nilai p=0,00 atau (p<0,05) yang berarti H1 diterima dan H0 ditolak yang menyatakan bahwa ada hubungan signifikan antara gaya kepemimpinan dengan motivasi kinerja pegawai di Puskesmas Tigarunggu pada tahun 2024. Berdasarkan uji data yang telah dilakukan diperoleh melalui hasil nilai yang signifikan sebesar p=0,03 maka disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap motivasi kinerja pegawai di Puskesmas Tigarunggu pada tahun 2024.

Gaya kepemimpinan di Puskesmas Tigarunggu mayoritas dinilai mendukung kinerja pegawai.Motivasi kinerja pegawai muncul dari penghargaan yang diberikan pemimpin di lingkungan kerja.Terdapat hubungan signifikan antara gaya kepemimpinan dengan motivasi kinerja pegawai di Puskesmas Tigarunggu pada tahun 2024.

Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai jenis gaya kepemimpinan mana yang paling efektif dalam meningkatkan motivasi kinerja pegawai di fasilitas kesehatan pedesaan, apakah gaya transformasional, transaksional, atau demokratis. Kedua, sebaiknya diteliti bagaimana pelatihan kepemimpinan berkelanjutan bagi kepala puskesmas dapat memengaruhi konsistensi pemberian motivasi dan komunikasi interpersonal dengan staf. Ketiga, penting untuk mengkaji faktor-faktor lain yang mungkin memoderasi hubungan antara gaya kepemimpinan dan motivasi kinerja, seperti beban kerja, lingkungan kerja fisik, atau sistem penghargaan formal, agar diperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai dinamika organisasi di puskesmas yang sedang dalam proses pembangunan dan peningkatan mutu layanan.

Read online
File size204.02 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test