UMUM

Jurnal Sains PsikologiJurnal Sains Psikologi

Perundungan siber merupakan tindakan agresif yang dilakukan melalui internet yang berdampak negatif pada individu. Fenomena ini sering dikaitkan dengan fanatisme penggemar K-pop terhadap idola mereka, seperti yang terlihat dalam pertikaian daring atau fanwar. Empati, kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain, dihipotesiskan untuk memoderasi hubungan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan peran empati dalam hubungan antara fanatisme dan kecenderungan perilaku perundungan siber di kalangan penggemar K-pop remaja. Metode kuantitatif digunakan, menggunakan Hayes Process Model 1 dan analisis regresi kuadrat pada 217 responden berusia 12–23 tahun yang merupakan penggemar K-pop dan pengguna platform media sosial X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empati secara signifikan memoderasi hubungan antara fanatisme dan kecenderungan perundungan siber di kalangan penggemar K-pop remaja, dengan indeks moderasi signifikan (int_1) sebesar -2,094 (p < 0,05). Selain itu, baik fanatisme maupun empati menunjukkan hubungan kurvilinear, yang secara kolektif mencakup 66% varians dalam perilaku perundungan siber. Secara khusus, fanatisme memiliki efek parsial 38,16% lebih besar pada perundungan siber dibandingkan dengan empati.

Penelitian ini membuktikan bahwa empati memiliki efek moderasi yang signifikan terhadap hubungan antara fanatisme dan kecenderungan perilaku perundungan siber pada remaja penggemar K-pop.Hasil ini mengindikasikan bahwa peningkatan empati dapat menjadi strategi efektif untuk mengurangi dampak negatif fanatisme terhadap perilaku perundungan siber.Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa baik fanatisme maupun empati memiliki hubungan kurvilinear dengan perilaku perundungan siber, menunjukkan kompleksitas faktor-faktor yang memengaruhi perilaku tersebut.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi mekanisme psikologis yang mendasari peran moderasi empati dalam hubungan antara fanatisme dan cyberbullying, misalnya dengan menginvestigasi peran regulasi emosi atau identifikasi sosial. Kedua, penelitian dapat memperluas cakupan sampel dengan melibatkan penggemar K-pop dari berbagai negara atau budaya untuk menguji generalisasi temuan. Ketiga, penelitian dapat menggunakan metode campuran (mixed methods) yang menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pengalaman dan perspektif penggemar K-pop terkait fanatisme dan cyberbullying. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih lanjut dalam mengembangkan intervensi yang efektif untuk mencegah dan mengatasi cyberbullying di kalangan penggemar K-pop.

  1. DOI Name 10.1007 Values. name values index type timestamp data serv crossref email doiadmin namespace... doi.org/10.1007DOI Name 10 1007 Values name values index type timestamp data serv crossref email doiadmin namespace doi 10 1007
  2. Effects of an emotional intelligence intervention on aggression and empathy among adolescents - Castillo... doi.org/10.1016/j.adolescence.2013.07.001Effects of an emotional intelligence intervention on aggression and empathy among adolescents Castillo doi 10 1016 j adolescence 2013 07 001
Read online
File size421.62 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test