UKMCUKMC

Journal of Life Span DevelopmentJournal of Life Span Development

Lembaga pemasyarakatan memiliki misi untuk memberikan pembinaan karakter dan kemandirian kepada narapidana agar mereka mampu beradaptasi di lingkungan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan masalah interpersonal dan intrapersonal dalam konteks pembinaan bagi narapidana di lembaga pemasyarakatan kelas II A. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan hubungan masalah melalui tes psikologi Sack Senteces Completion Test (SSCT). Pengambilan sampel dilakukan secara purposif dengan kriteria mampu baca tulis, minimal lulusan SMP, dan mampu berpartisipasi sampai akhir pelaksanaan sebanyak 131 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar narapidana (82,4%) memiliki hubungan bermasalah dengan figur ayah, namun 62,6% memiliki hubungan baik dengan figur ibu. Dalam hubungan interpersonal antarsesama perempuan, mayoritas narapidana (62,6%) mengaku tidak masalah dengan figure perempuan lain dan sebanyak 63,4% tidak memiliki hubungan masalah dengan lawan jenis. Sebanyak 99,3% peserta memiliki konflik penyesalan diri dan 40,5% memiliki keyakinan baik terhadap kemampuan diri. Sebanyak 53,7% narapidana memiliki pandangan negatif mengenai masa depan, 79,4% memiliki harapan masa depan. Berdasarkan kondisi tersebut, intervensi dapat dilakukan untuk pengembangan diri melalui program dukungan sosial melalui kegiatan konseling.

Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar narapidana memiliki permasalahan dalam relasi dengan figur ayah, namun memiliki relasi yang baik dengan figur ibu.Mayoritas narapidana juga menunjukkan adanya konflik penyesalan diri, namun tetap memiliki harapan terhadap masa depan.Temuan ini mengindikasikan pentingnya intervensi yang berfokus pada perbaikan relasi interpersonal dan peningkatan dukungan sosial untuk membantu narapidana beradaptasi dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai dampak spesifik dari hubungan yang bermasalah dengan figur ayah terhadap perilaku dan kesejahteraan psikologis narapidana. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan evaluasi efektivitas program intervensi yang dirancang khusus untuk mengatasi konflik intrapersonal dan meningkatkan keterampilan interpersonal narapidana. Ketiga, penelitian perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor perlindungan yang dapat membantu narapidana mengatasi stigma dan diskriminasi setelah bebas dari penjara, serta untuk mengembangkan strategi yang efektif untuk memfasilitasi reintegrasi sosial mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas pembinaan narapidana dan mengurangi tingkat residivisme.

  1. The Importance of Positive Social Support During Reentry From Prison: Examining the Role of Volunteer... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0306624X211059316The Importance of Positive Social Support During Reentry From Prison Examining the Role of Volunteer journals sagepub doi 10 1177 0306624X211059316
  2. The Predictors of Mother Abuse in Male Students: Domestic Violence, Marital Conflict, Family Coherence,... brieflands.com/journals/ijpbs/articles/115767The Predictors of Mother Abuse in Male Students Domestic Violence Marital Conflict Family Coherence brieflands journals ijpbs articles 115767
Read online
File size356.85 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test