FAPERTA UNRASFAPERTA UNRAS

Jurnal Saintifik (Multi Science Journal)Jurnal Saintifik (Multi Science Journal)

Arung jeram merupakan olahraga yang membutuhkan fisik dan mental yang tinggi. Atlet amatir sering menghadapi tantangan psikologis seperti psychological distress, yang mencakup kecemasan, stres dan tekanan akibat adaptasi terhadap lingkungan kompetitif. Kondisi ini dapat berdampak pada mental toughness mereka, yang merupakan faktor penting dalam menjaga ketahanan, fokus dan performa saat menghadapi kondisi ekstrem saat pengarungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan psychological distress terhadap mental toughness atlet pemula arung jeram. Metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini yang melibatkan 20 atlet arung jeram PAMOR FPOK UPI. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa Kessler Psychological Distress Scale (K-10) The Sport Mental Toughness Questionnaire (SMTQ-14) yang diberikan sekali kepada subjek. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara psychological distress dengan mental toughness atlet amatir arung jeram. Penelitian ini menunjukkan bahwa psychological distress bukanlah faktor yang selalu menghambat performa psikologis atlet amatir arung jeram, tetapi justru dapat menjadi faktor yang memperkuat ketahanan mental jika dikelola dengan baik.

Penelitian ini menunjukkan bahwa psychological distress bukanlah faktor yang selalu menghambat performa psikologis atlet amatir arung jeram, tetapi justru dapat menjadi faktor yang memperkuat ketahanan mental jika dikelola dengan baik.Oleh karena itu, pendekatan psikologi olahraga yang berbasis pada peningkatan mental toughness sangat diperlukan bagi atlet amatir arung jeram agar mampu beradaptasi dengan tekanan.Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menambah pemahaman akademis tentang hubungan antara kedua variabel, tetapi juga memiliki implikasi praktis yang dapat meningkatkan performa atlet arung jeram amatir.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas program pelatihan mental yang dirancang khusus untuk atlet arung jeram amatir dalam mengurangi psychological distress dan meningkatkan mental toughness. Hal ini dapat dilakukan dengan membandingkan kelompok atlet yang mengikuti program pelatihan dengan kelompok kontrol yang tidak mengikuti program. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan psychological distress pada atlet arung jeram, seperti dukungan sosial, gaya hidup, dan strategi koping. Dengan memahami faktor-faktor ini, program intervensi dapat dirancang untuk mengatasi hambatan dan memaksimalkan dukungan bagi atlet. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi hubungan antara psychological distress, mental toughness, dan performa atlet arung jeram dalam konteks kompetisi yang berbeda, seperti kompetisi lokal, nasional, dan internasional. Hal ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana atlet dapat mempertahankan performa optimal di bawah tekanan yang bervariasi. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan atlet arung jeram yang tangguh secara mental dan mampu mencapai performa terbaiknya.

Read online
File size459.24 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test