SALNESIASALNESIA

Jurnal Abmas Negeri (JAGRI)Jurnal Abmas Negeri (JAGRI)

Berdasarkan survei, pengetahuan masyarakat tentang bahaya formalin dan cara mendeteksinya masih terbatas karena pengujian formalin biasanya memerlukan laboratorium. Untuk itu, pelatihan diberikan dengan memanfaatkan kulit buah naga sebagai bahan alami yang sederhana dan mudah diakses. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan ibu-ibu di Majelis Taklim Permata Babul Maghfirah, Majene, dalam mendeteksi kandungan formalin pada bahan pangan secara mandiri. Kegiatan ini meliputi beberapa tahapan: persiapan melalui komunikasi dengan mitra, pelaksanaan berupa penjelasan teknik deteksi formalin dan eksperimen langsung, serta monitoring dan evaluasi untuk mengukur keberhasilan pelatihan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta hingga 80%. Peserta mampu melakukan metode deteksi sederhana secara mandiri dan mengidentifikasi bahan pangan yang dicurigai mengandung formalin. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis peserta dalam mendeteksi formalin menggunakan bahan alami. Metode sederhana ini terbukti efektif dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Disarankan agar program serupa diperluas dengan memanfaatkan bahan alami lain untuk mendeteksi zat berbahaya serta melibatkan peserta yang lebih beragam, termasuk laki-laki dan generasi muda, guna meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat secara luas.

Berdasarkan pengamatan, ada dua hal yang perlu dievaluasi terkait dengan pelaksanaan kegiatan ini.Pertama, materi yang disampaikan masih terbatas pada pembuatan indikatpr uji dari kulit buah naga untuk mendeteksi kandungan formalin, sementara edukasi terkait metode uji kandungan bahan berbahaya dalam makanan dengan bahan alami lainnya masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat.Hal ini disebabkan oleh minimnya sosialisasi mengenai deteksi bahan berbahaya secara alami.Kedua, partisipasi peserta masih terbatas karena mayoritas peserta berasal dari majelis taklim yang didominasi oleh perempuan, sehingga peserta laki-laki tidak berkesempatan mengikuti kegiatan ini.Dengan demikian, tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan praktis dalam mendeteksi formalin pada makanan telah tercapai, meskipun masih diperlukan upaya perbaikan untuk memperluas materi edukasi dan menjangkau lebih banyak kelompok sasaran di masa mendatang.

Untuk meningkatkan keamanan pangan secara optimal, diperlukan sinergi dari berbagai pihak. Pemerintah Daerah dapat mendorong pemanfaatan bahan alami lokal sebagai solusi deteksi bahan berbahaya yang praktis dan mudah diakses masyarakat, serta menyelenggarakan program edukasi berkelanjutan. Lembaga pendidikan dapat mengintegrasikan materi keamanan pangan dan metode deteksi sederhana ke dalam kurikulum. Kelompok masyarakat seperti majelis taklim dan PKK perlu terus dilibatkan dan diberikan pelatihan agar dapat mengaplikasikan pengetahuan ini dengan baik. Sementara itu, peneliti dan akademisi dapat melakukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan bahan alami lain yang efektif dan mengembangkan metode deteksi yang lebih akurat dan mudah digunakan. Dengan demikian, upaya peningkatan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mendeteksi zat berbahaya pada makanan dapat terus ditingkatkan.

  1. Deteksi Formalin pada Makanan dengan Limbah Kulit Buah Naga di Majelis Taklim Permata Babul Maghfirah... salnesia.id/jagri/article/view/1241Deteksi Formalin pada Makanan dengan Limbah Kulit Buah Naga di Majelis Taklim Permata Babul Maghfirah salnesia jagri article view 1241
Read online
File size2.14 MB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test