DDIPOLMANDDIPOLMAN

Alhaqiqa: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran IslamAlhaqiqa: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis . Budaya komunikasi merupakan bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat yang mencerminkan nilai, norma, serta sistem kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga Suku Dakka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya komunikasi masyarakat Suku Dakka ditandai oleh penggunaan bahasa daerah sebagai simbol identitas budaya, pola komunikasi yang bersifat kekeluargaan, serta adanya penghormatan terhadap struktur adat dan usia dalam proses komunikasi. Selain itu, nilai-nilai seperti sopan santun, kebersamaan, dan musyawarah sangat memengaruhi cara masyarakat berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Budaya komunikasi ini berperan penting dalam menjaga keharmonisan sosial serta kelestarian budaya lokal di tengah pengaruh modernisasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian ilmu komunikasi, khususnya komunikasi budaya, serta menjadi referensi dalam upaya pelestarian budaya lokal.

Komunikasi masyarakat Suku Dakka di Kecamatan Tapango berlangsung baik, ditandai dengan sikap saling menghargai antar suku.Mereka menggunakan komunikasi lisan dan tulisan, dengan konvensi khusus pada surat-menyurat yang mencerminkan nilai-nilai budaya.Posisi geografis yang strategis serta keberadaan organisasi komunitas memperkuat harmonisasi budaya komunikasi, sementara pengaruh luar dapat diterima asalkan tidak mengganggu persaudaraan dan ketertiban sosial.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penggunaan media digital memengaruhi pola komunikasi tradisional Suku Dakka, terutama dalam konteks intergenerasi dan penyebaran informasi. Selanjutnya, studi komparatif antara fungsi komunikasi lisan dan tulisan di kalangan generasi muda dan tua dapat mengungkap pergeseran peran serta nilai estetika dalam praktik komunikasi. Selain itu, eksplorasi peran festival lintas etnis sebagai arena interaksi dapat memberikan wawasan tentang kontribusi kegiatan budaya terhadap peningkatan toleransi dan kohesi sosial di wilayah multikultural seperti Kecamatan Tapango. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang dinamika komunikasi budaya dalam era modern serta memberikan dasar bagi kebijakan pelestarian budaya yang adaptif.

Read online
File size243.77 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test