UMSUMS

Forum GeografiForum Geografi

Wilayah pesisir Kabupaten Purworejo memiliki potensi terdampak oleh bencana mega-tsunami karena termasuk dalam pesisir selatan Pulau Jawa yang menghadapi kesenjangan seismik yang dapat menghasilkan gempa bumi besar di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan mitigasi bencana tsunami di wilayah pesisir Kabupaten Purworejo sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi tsunami sehingga tingkat kerugian dapat diminimalkan. Analisis risiko tsunami didasarkan pada model Disaster Crunch, yang merupakan kombinasi dari analisis kerentanan berdasarkan metode overlay kuantitatif terbobot dan analisis bahaya tsunami berdasarkan pemodelan reduksi inundasi tsunami dan analisis jarak biaya. Perencanaan jalur evakuasi tsunami didasarkan pada metode analisis jaringan. Luas wilayah rawan tsunami dengan skenario run-up tiga meter di wilayah pesisir Kabupaten Purworejo adalah 126,29 kilometer persegi atau sekitar 72,52% dari luas pesisir total. Terdapat lima titik rencana evakuasi tsunami, dengan lima jalur evakuasi tsunami utama yang mengarah langsung ke masing-masing titik tersebut.

Luas wilayah rawan tsunami dengan skenario run-up tiga meter di wilayah pesisir Kabupaten Purworejo adalah 126,29 kilometer persegi atau sekitar 72,52% dari luas pesisir total.Grabag merupakan sub-distrik dengan kategori risiko tsunami sangat tinggi dan terluas, yang berarti sub-distrik ini memiliki potensi mengalami kerugian terbesar dibandingkan sub-distrik lainnya.Terdapat lima titik rencana evakuasi tsunami, dengan lima jalur evakuasi tsunami utama yang mengarah langsung ke masing-masing titik tersebut.Masyarakat yang tinggal di wilayah dengan tingkat risiko tsunami sangat tinggi dan tinggi harus diprioritaskan dalam proses evakuasi tsunami di masa depan.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan analisis lebih mendalam mengenai faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi tingkat kerentanan masyarakat terhadap tsunami, seperti tingkat pendapatan, pendidikan, dan akses terhadap informasi. Hal ini penting untuk merancang strategi mitigasi yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem peringatan dini tsunami yang lebih akurat dan cepat, serta diseminasi informasi yang efektif kepada masyarakat. Sistem peringatan dini yang handal dapat memberikan waktu yang lebih bagi masyarakat untuk melakukan evakuasi. Ketiga, perlu dilakukan studi mengenai efektivitas berbagai jenis struktur mitigasi tsunami, seperti tembok laut dan hutan mangrove, dalam mengurangi dampak tsunami. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk merencanakan pembangunan struktur mitigasi yang optimal.

  1. View of INTEGRATED SATELLITE REMOTE SENSING AND GEOSPATIAL ANALYSIS FOR TSUNAMI RISK ASSESSMENT. ver... doi.org/doi:10.21660/2018.44.7127View of INTEGRATED SATELLITE REMOTE SENSING AND GEOSPATIAL ANALYSIS FOR TSUNAMI RISK ASSESSMENT ver doi doi 10 21660 2018 44 7127
  2. Simulated Mitigation of Tsunami Disasters in the Coastal Area of Purworejo Regency, Central Java, Indonesia... journals.ums.ac.id/index.php/fg/article/view/16984Simulated Mitigation of Tsunami Disasters in the Coastal Area of Purworejo Regency Central Java Indonesia journals ums ac index php fg article view 16984
Read online
File size759.26 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test