UKMCUKMC

Jurnal Laboratorium PrimaJurnal Laboratorium Prima

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . Metode Westergren merupakan metode yang disarankan oleh ICSH (International Committee for Standardization in Hematology). Pemeriksaan LED manual metode Westergren dilakukan pada sampel darah dengan antikoagulan EDTA dan membutuhkan waktu selama 60 menit, akan tetapi saat ini sudah dikembangkan pemeriksaan LED dengan metode automatic salah satunya adalah menggunakan alat HumaSRate. Alat HumaSRate hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk pemeriksaan sampel. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil pemeriksaan LED antara metode manual dan automatic. Penelitian ini bersifat observasi analitik dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan teknik total sampling. Subjek penelitian berjumlah 33 orang mahasiswa/i yang telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil pemeriksaan LED menggunakan metode manual dan automatic di uji menggunakan uji wilcoxon. Rata-rata pemeriksaan LED metode manual sebesar 18,5 mm/jam. Rata-rata pemeriksaan LED metode automatic sebesar 19,0 mm/jam dengan hasil uji statistik p-value = 0,167 (>0,05). Tidak terdapat perbedaan hasil pemeriksaan LED antara metode manual dan automatic. Untuk peneliti selanjutnya apabila ingin melakukan penelitian yang serupa dengan penelitian ini disarankan untuk melakukan penelitian dengan menggunakan dua alat automatic yang berbeda dan dengan waktu pengerjaan sampel yang berbeda.

1) Jumlah rata-rata LED pada pemeriksaan menggunakan metode manual adalah 18,5 mm/jam, nilai median sebesar 15 mm/jam, nilai minimum 3 mm/jam, dan nilai maksimum sebesar 49 mm/jam.2) Jumlah rata-rata LED pada pemeriksaan menggunakan metode automatic adalah 19,0 mm/jam, nilai median sebesar 18 mm/jam, nilai minimum 3 mm/jam, dan nilai maksimum sebesar 49 mm/jam.3) Tidak terdapat perbedaan hasil pemeriksaan LED secara manual dan automatic p-value = 0,167 (>0,05).

Berdasarkan latar belakang penelitian yang menyoroti perbedaan waktu dan potensi risiko infeksi pada metode manual, serta hasil penelitian yang menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antara metode manual dan automatic, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada evaluasi akurasi dan presisi alat automatic yang berbeda dalam kondisi klinis yang beragam, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti variasi sampel dan operator. Kedua, penting untuk menginvestigasi pengaruh waktu pengujian yang berbeda terhadap hasil LED, terutama pada sampel dengan nilai LED yang ekstrem, untuk memastikan konsistensi dan reliabilitas hasil. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi integrasi data LED dari metode manual dan automatic untuk mengembangkan model prediksi yang lebih akurat dalam diagnosis dan pemantauan penyakit inflamasi, dengan mempertimbangkan faktor-faktor demografis dan klinis yang relevan. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan laboratorium dan mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih baik.

Read online
File size289.9 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test