UNDANAUNDANA

Buletin Ilmiah IMPASBuletin Ilmiah IMPAS

Tujuan dari pembelajaran ini adalah untuk mengetahui: 1) Karakteristik petani di Desa Fafoe Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka. 2) Faktor yang mempengaruhi produksi bawang merah di Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Karakteristik petani bawang merah di Desa Fafoe, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka dilihat dari dua aspek yaitu aspek berdasarkan usia dan pendidikan. Terdapat 27 petani berumur 15-55 tahun (71,5%) yang masih produktif dan 11 petani berumur 15-55 tahun (28,94%), sehingga dari 11 petani tersebut dapat dikatakan sudah tidak produktif lagi. Sedangkan 32 petani berpendidikan SD dengan persentase 84,21%, 4 petani berpendidikan SLTP dengan persentase 10,52%, disusul 2 responden berpendidikan SLTA dengan persentase 5,26%. 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi bawang merah di Desa Fafoe, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan, jumlah dan benih berpengaruh nyata terhadap jumlah produksi bawang merah. Sedangkan tenaga kerja, pupuk dan pestisida tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi bawang merah. Pengaruh faktor produksi terhadap jumlah produksi bawang merah sebesar 98,8%.

Berdasarkan pada hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa faktor produksi terhadap produksi bawang merah di Desa Fafoe Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka dapat dilihat dari tiga pengujian yaitu.1) Karakteristik petani bawang merah di Desa Fafoe Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka dilihat dari dua aspek yaitu aspek berdasarkan umur dan pendidikan.Petani yang berumur 15-55 tahun berjumlah 27 orang (71, 5%) dapat dikatakan petani yang masih produktif dan petani yang berumur 15 – 55 tahun berjumlah 11 orang (28,94%), dengan demikian dari 11 orang petani tersebut dapat dikatakan tidak produktif lagi.2) Faktor yang mempengaruhi produksi bawang merah di Desa Fafoe Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa luas lahan, jumlah dan benih secara signifikan berpengaruh terhadap jumlah produksi bawang merah.Sedangkan tenaga kerja, pupuk dan pestisida tidak berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah produksi bawang merah.Dampak dari faktor produksi terhadap jumlah produksi bawang merah adalah 98,8%.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi jenis benih bawang merah unggul yang paling adaptif terhadap kondisi tanah dan iklim di Desa Fafoe, dengan mempertimbangkan aspek ketahanan terhadap hama dan penyakit. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem irigasi yang efisien dan berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan kekurangan air, terutama pada musim kemarau, serta menganalisis dampak penggunaan pupuk organik terhadap kualitas dan hasil panen bawang merah. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi diversifikasi produk olahan bawang merah, seperti bawang goreng atau keripik bawang, untuk meningkatkan nilai tambah dan memperluas pasar bagi petani bawang merah di Desa Fafoe, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.

Read online
File size576.23 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test