UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry

Jurnal AdabiyaJurnal Adabiya

Program story telling adalah kegiatan mendongeng atau bercerita kepada pemustaka dari kelompok anak-anak. Tujuan kegiatan story telling di perpustakaan adalah untuk mengajak anak-anak agar mau mengunjungi perpustakaan serta mengurangi keinginan anak untuk bermain menggunakan gadget. Kegiatan mendongeng ini memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan karakter anak dan meningkatkan kemampuan anak dalam memahami bahan bacaan. Salah satu yang harus dipersiapkan dalam menyelenggarakan kegiatan story telling adalah pustakawan harus menguasai teknik mendongeng atau bercerita sehingga anak merasa puas dan ingin selalu mengikuti kegiatan mendongeng di perpustakaan.

Kegiatan storytelling di perpustakaan sangat diminati anak-anak dan mampu menumbuhkan minat baca serta rasa cinta terhadap perpustakaan.Program ini efektif dalam meningkatkan kunjungan anak ke perpustakaan.Perpustakaan perlu menyediakan berbagai koleksi terbaru untuk mendukung kelangsungan layanan storytelling.

Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas storytelling berbasis digital dibandingkan dengan metode tradisional dalam menarik minat baca anak di perpustakaan umum. Kedua, perlu dikaji pengaruh jenis dongeng modern atau futuristik terhadap perkembangan imajinasi dan kreativitas anak usia 6-12 tahun dalam konteks literasi digital. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi bagaimana pelatihan intensif bagi pustakawan dalam teknik mendongeng dapat meningkatkan kualitas interaksi dan dampak pendidikan dari kegiatan storytelling di era modern. Studi-studi ini dapat membantu merancang program perpustakaan yang lebih inovatif dan relevan di tengah arus teknologi yang cepat. Penelitian bisa dilakukan melalui observasi, wawancara, dan eksperimen terkontrol di berbagai jenis perpustakaan. Fokus pada respons emosional dan kognitif anak akan memberi gambaran komprehensif terhadap manfaat storytelling. Hasilnya dapat menjadi dasar pengembangan modul pelatihan pustakawan dan kerangka layanan anak yang lebih adaptif. Dengan demikian, perpustakaan tetap menjadi ruang edukatif yang menarik bagi generasi muda. Penting juga mempertimbangkan keragaman budaya lokal dalam pemilihan materi dongeng. Pendekatan ini akan memperkuat keterlibatan anak dan relevansi sosial program perpustakaan.

Read online
File size439.55 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test