UISUUISU

Jurnal Kedokteran Ibnu NafisJurnal Kedokteran Ibnu Nafis

Kecantikan merupakan hal yang tidak asing bagi seorang wanita karena keberadaannya selalu diharapkan. Akne Vulgaris adalah penyakit kulit yang bersifat multifaktorial yang disebabkan oleh berbagai faktor. Akne vulgaris sering terjadi pada usia remaja ditandai dengan munculnya komedo, pustul, papul, dan nodul. Prevalensi akne vulgaris di Kawasan Asia Tenggara terdapat 40 – 80% kasus. Akne vulgaris paling sering menyerang > 80% populasi dunia selama beberapa periode kehidupan dan 85% remaja di negara maju. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kejadian akne vulgaris terhadap kepercayaan diri mahasiswi. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Dari hasil penelitian ini didapati bahwa kejadian akne vulgaris pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara lebih banyak yang mengalami kejadian akne vulgaris ringan dengan presentase 44 orang (66,7%) dari 66 orang responden. Kepercayaan diri pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara lebih banyak kepercayaan diri tinggi yaitu dengan presentase 45 orang (68,2%) dari 66 orang responden. Terdapat hubungan dari kejadian akne vulgaris terhadap kepercayaan diri pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Islam Sumatera Utara dengan nilai kemaknaan p = 0,00 < p = 0,05.

Kejadian akne vulgaris pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara sebagian besar berada pada derajat ringan dengan persentase 66,7%.Mayoritas mahasiswi memiliki kepercayaan diri yang tinggi, yaitu sebesar 68,2%.Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan bermakna antara kejadian akne vulgaris dengan kepercayaan diri, dengan nilai p = 0,00 yang lebih kecil dari p = 0,05.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pola tidur dan stres akademik memengaruhi keparahan akne vulgaris serta dampaknya terhadap kepercayaan diri mahasiswi kedokteran, karena beban tugas dan jam belajar yang panjang mungkin memperparah kondisi kulit dan psikologis. Kedua, penting untuk mengeksplorasi efektivitas program edukasi kulit dan konseling psikologis terpadu dalam mengurangi dampak psikososial akne vulgaris di kalangan mahasiswi kedokteran, mengingat tingginya angka kepercayaan diri meskipun terdapat jerawat. Ketiga, perlu dilakukan studi perbandingan lintas fakultas untuk melihat apakah mahasiswi di fakultas non-kedokteran mengalami dampak psikologis akne vulgaris yang berbeda, guna mengetahui apakah tekanan akademik dan sosial di kedokteran memperkuat atau justru membentuk ketahanan psikologis terhadap gangguan penampilan kulit.

Read online
File size411.16 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test