UISUUISU

Jurnal Kedokteran Ibnu NafisJurnal Kedokteran Ibnu Nafis

Pandemi COVID-19 menyebabkan beban kerja tenaga kesehatan bertambah. Beban energi yang meningkat menyebabkan kondisi fisik dan psikologis yang lebih parah, termasuk gangguan stres. Stres dapat terjadi karena terlalu ditekan oleh tuntutan dan hambatan. Dalam kondisi stres meningkatkan ekskresi hormon katekolamin, glukagon, glukokortikoid, β-endorfin dan hormon pertumbuhan. Stres menyebabkan kelebihan produksi kortisol, hormon yang melawan efek insulin dan menyebabkan kadar gula darah tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres dengan kadar gula darah pada tenaga kesehatan di Puskesmas HAH Hasan Kota Binjai. Rancangan penelitian ini menggunakan metode Analitik-Deskriptif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 41 orang. Data hasil penelitian dilakukan melalui uji univariat dan bivariat dengan menggunakan Uji Somersd. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa rentang usia >45 tahun sebanyak 18 orang (43,9%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 29 orang (70,7%) dan berpendidikan S1 sebanyak 32 orang (78,9%) dengan mayoritas responden mengalami stres berat sebanyak 24 orang (58,6%) dan kadar gula darah tinggi sebanyak 28 orang (68,3%). Hasil penelitian ini dengan menggunakan Uji Somersd menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara stres dengan tenaga kesehatan selama pandemi COVID-19 dengan nilai sebesar 0,002 (p<0,05).

Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia lebih dari 45 tahun, berjenis kelamin perempuan, dan memiliki pendidikan S1.Sebagian besar responden mengalami stres berat dan kadar gula darah tinggi.Hasil analisis statistik dengan Uji Somersd mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara stres dan kadar gula darah pada tenaga kesehatan selama pandemi COVID-19.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang berkontribusi terhadap stres pada tenaga kesehatan selama pandemi, seperti beban kerja, kurangnya sumber daya, atau kekhawatiran akan kesehatan pribadi dan keluarga. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan evaluasi intervensi yang efektif untuk mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan mental tenaga kesehatan, misalnya melalui pelatihan manajemen stres, dukungan psikologis, atau peningkatan kondisi kerja. Ketiga, studi longitudinal dapat dilakukan untuk menelusuri dampak jangka panjang dari stres akibat pandemi terhadap kesehatan fisik dan mental tenaga kesehatan, termasuk risiko pengembangan diabetes atau penyakit kronis lainnya. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan serta perlindungan terhadap kesehatan tenaga kesehatan di masa mendatang.

  1. Hubungan Umjur Dan Jenis Kelamin Dengan Stress Kerja Pada Perawat Di Ruang Rawat Inap RSUD Kwaingga Kabupaten... ejournal.mandalanursa.org/index.php/JISIP/article/view/1824Hubungan Umjur Dan Jenis Kelamin Dengan Stress Kerja Pada Perawat Di Ruang Rawat Inap RSUD Kwaingga Kabupaten ejournal mandalanursa index php JISIP article view 1824
Read online
File size406.77 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test