JCEHJCEH
Journal of Community Engagement in HealthJournal of Community Engagement in HealthMasalah kesehatan masyarakat di Indonesia semakin kompleks, termasuk beban penyakit tidak menular, penyakit menular, masalah gizi, dan masalah psikososial, khususnya di kalangan populasi rentan seperti lansia. Layanan masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan program promosi kesehatan masyarakat terpadu melalui pendidikan, skrining, dan intervensi pencegahan di Desa Rejomulyo, Kediri. Studi ini menggunakan pendekatan partisipatif berbasis masyarakat dengan desain evaluatif deskriptif. Program ini melibatkan sekitar 65 peserta dan mencakup sesi pendidikan kesehatan, skrining kesehatan (tanda vital, antropometri, tes biokimia, dan penilaian fungsi fisik), serta intervensi pencegahan seperti pemberian makan tambahan berbasis makanan lokal dan promosi rumah bebas asap rokok. Data dikumpulkan melalui observasi, catatan skrining, dan respons peserta, dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa proporsi signifikan peserta berisiko terkena penyakit tidak menular, termasuk hipertensi, gula darah tinggi, dan status gizi abnormal. Kegiatan pendidikan kesehatan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta tentang pencegahan penyakit, perilaku hidup bersih dan sehat, serta risiko kesehatan lingkungan. Intervensi pencegahan diterima dengan baik, dengan peningkatan komitmen masyarakat untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat, termasuk pemantauan kesehatan rutin dan praktik rumah bebas asap rokok. Kesimpulannya, pendekatan terpadu yang menggabungkan pendidikan, skrining, dan intervensi pencegahan terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, memungkinkan deteksi dini risiko kesehatan, dan mempromosikan perilaku kesehatan berkelanjutan. Model ini memiliki potensi untuk diadaptasi di komunitas lain untuk meningkatkan hasil kesehatan masyarakat.
Pelaksanaan program promosi kesehatan masyarakat terpadu di Desa Rejomulyo menunjukkan bahwa menggabungkan pendidikan kesehatan, skrining, dan intervensi pencegahan efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengidentifikasi risiko kesehatan dini.Program ini berhasil melibatkan anggota masyarakat, khususnya lansia, dan mengungkapkan proporsi signifikan peserta yang berisiko terkena penyakit tidak menular dan masalah kesehatan lainnya.Kegiatan pendidikan kesehatan berkontribusi pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang pencegahan penyakit, gaya hidup sehat, dan risiko kesehatan lingkungan.Sementara itu, aktivitas skrining memungkinkan deteksi dini kondisi kesehatan, dan intervensi pencegahan, termasuk program gizi berbasis makanan lokal dan inisiatif rumah bebas asap rokok, mendukung pemberdayaan masyarakat dan praktik kesehatan berkelanjutan.Secara keseluruhan, pendekatan terpadu ini terbukti menjadi strategi praktis dan efektif untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan masyarakat secara bersamaan.Program masa depan direkomendasikan untuk memperkuat pemantauan jangka panjang, memperluas cakupan masyarakat, dan meningkatkan kolaborasi dengan layanan kesehatan lokal untuk memastikan keberlanjutan dan dampak yang lebih luas.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan dan evaluasi program promosi kesehatan masyarakat terpadu yang berkelanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk menilai dampak jangka panjang dari intervensi pendidikan kesehatan, skrining, dan intervensi pencegahan. Penelitian ini dapat mengukur perubahan perilaku dan hasil kesehatan masyarakat secara lebih komprehensif. Kedua, perlu dilakukan upaya untuk memperluas cakupan program ke komunitas yang lebih luas, termasuk wilayah perkotaan dan pedesaan, untuk memastikan manfaat kesehatan yang lebih merata. Ketiga, penting untuk memperkuat kolaborasi dengan sistem kesehatan lokal, seperti puskesmas dan rumah sakit, untuk memastikan keberlanjutan dan skalabilitas program. Dengan menggabungkan upaya promosi kesehatan masyarakat dengan layanan kesehatan profesional, dapat tercipta sinergi yang kuat dalam meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
| File size | 276.96 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
IJNMSIJNMS 05, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara tingkat nyeri sebelum dan setelah intervensi. Dengan demikian, terapi pijat kehamilan di titik05, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara tingkat nyeri sebelum dan setelah intervensi. Dengan demikian, terapi pijat kehamilan di titik
IJNMSIJNMS Hasil menunjukkan bahwa 60% responden mengonsumsi lebih dari 50 gram gula per hari, 60% melakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang, dan 62,5% memilikiHasil menunjukkan bahwa 60% responden mengonsumsi lebih dari 50 gram gula per hari, 60% melakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang, dan 62,5% memiliki
IJNMSIJNMS Anemia selama kehamilan tetap menjadi masalah kesehatan publik yang signifikan, terutama di kalangan remaja di daerah berpenghasilan rendah. Studi iniAnemia selama kehamilan tetap menjadi masalah kesehatan publik yang signifikan, terutama di kalangan remaja di daerah berpenghasilan rendah. Studi ini
IJNMSIJNMS Diabetes mellitus (DM) adalah gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia. Salah satu komplikasi pada pasien DM adalah ulkus diabetik yangDiabetes mellitus (DM) adalah gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia. Salah satu komplikasi pada pasien DM adalah ulkus diabetik yang
IJNMSIJNMS Preeklampsia merupakan penyebab utama kematian ibu selama kehamilan, persalinan, dan nifas. Komplikasi preeklampsia meliputi sindrom HELLP, gangguan kardiovaskular,Preeklampsia merupakan penyebab utama kematian ibu selama kehamilan, persalinan, dan nifas. Komplikasi preeklampsia meliputi sindrom HELLP, gangguan kardiovaskular,
IJNMSIJNMS Peserta dipilih menggunakan total sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (n = 20) menggunakan Aplikasi Kelas Ibu Hamil dan kelompok kontrol (nPeserta dipilih menggunakan total sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (n = 20) menggunakan Aplikasi Kelas Ibu Hamil dan kelompok kontrol (n
IJNMSIJNMS Penelitian ini dilakukan pada tanggal 27 Agustus - 7 Oktober 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pre-eksperimental dengan satu kelompokPenelitian ini dilakukan pada tanggal 27 Agustus - 7 Oktober 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pre-eksperimental dengan satu kelompok
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Penelitian survey deskriptif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel yaitu 69 siswa, 13 guru dan staf. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. HasilPenelitian survey deskriptif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel yaitu 69 siswa, 13 guru dan staf. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil
Useful /
JCEHJCEH Edukasi kesehatan mengenai pemeriksaan antenatal 14T secara signifikan meningkatkan pengetahuan ibu hamil, dengan proporsi pengetahuan baik meningkat dariEdukasi kesehatan mengenai pemeriksaan antenatal 14T secara signifikan meningkatkan pengetahuan ibu hamil, dengan proporsi pengetahuan baik meningkat dari
JCEHJCEH Kegiatan edukasi tuberkulosis anak mampu meningkatkan pengetahuan orang tua di wilayah kerja Puskesmas Sangatta Utara. Pemberdayaan tenaga kesehatan danKegiatan edukasi tuberkulosis anak mampu meningkatkan pengetahuan orang tua di wilayah kerja Puskesmas Sangatta Utara. Pemberdayaan tenaga kesehatan dan
ATMAJAYAATMAJAYA Dengan mempertimbangkan bahwa tindak pidana yang dilakukan oleh Terdakwa Yuyun Nurlela Binti Muhamad Tohir bahwa ada pasien yang positif terkena virusDengan mempertimbangkan bahwa tindak pidana yang dilakukan oleh Terdakwa Yuyun Nurlela Binti Muhamad Tohir bahwa ada pasien yang positif terkena virus
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Lebih dari setengah responden mengalami karies gigi (55,1%). Sebagian besar responden salah dalam cara menyikat gigi (72,0%). Terdapat hubungan yang signifikanLebih dari setengah responden mengalami karies gigi (55,1%). Sebagian besar responden salah dalam cara menyikat gigi (72,0%). Terdapat hubungan yang signifikan