UMPRUMPR

Anterior JurnalAnterior Jurnal

Penelitian ini berjudul Aplikasi Model Sebagai Alat Uji Kepadatan Ringan Untuk Tanah di Laboratorium (Penelitian Lanjutan 1). Penelitian dilatarbelakangi dari penelitian sebelumnya yang berjudul Aplikasi Model Sebagai Alat Uji Kepadatan Ringan Untuk Tanah di Laboratorium, Dalam penelitian sebelumnya contoh tanah lempung yang digunakan adalah tanah lempung dari Desa Baringan, Kota Palangkaraya. Sedangkan dalam penelitian ini contoh tanah yang digunakan adalah tanah Desa Palopat PK, Kecamatan Padang Sidempuan Tenggara, atau tepatnya di STA 4 500 Padang Sidempuan menuju Mandailing Natal. Penelitian bertujuan untuk melakukan analisis kepadatan maksimum tanah lempung berdasarkan Model sebanyak 33 tumbukan per lapis sebanyak 2 lapis yang diperoleh berat isi kering maksimum (γd maks) dan kadar air optimum (w opt) dan SNI 1742:2008. Jika tingkat margin error didapatkan < 5% dan memiliki penilaian yang sama terhadap kinerja timbunan, maka Model dapat digunakan sebagai alat uji kepadatan ringan untuk tanah di laboratorium yang memiliki standar yang sama dengan SNI 1742:2008. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kepadatan maksimum tanah lempung berdasarkan Model terdapat tingkat keyakinan 98.04% ≥ 95% dan margin error 1.96% ≤ 5% terhadap berat isi kering maksimum (γd maks) dan 98.72% ≥ 95% dan margin error 1.28% ≤ 5% terhadap kadar air optimum (w opt). Dari analisis ini, pemadatan berdasarkan Model saat 33 tumbukan per lapis sebanyak 2 lapis memiliki tingkat keyakinan ≥ 95% terhadap SNI 1742:2008 dan memiliki penilaian yang sama terhadap kinerja timbunan, sehingga Model memenuhi syarat sebagai alat uji kepadatan ringan untuk tanah di laboratorium yang memiliki standar yang sama dengan SNI 1742:2008.

Model alat uji kepadatan ringan untuk tanah di laboratorium dengan 33 tumbukan per lapis sebanyak 2 lapis memiliki tingkat keyakinan ≥ 95% terhadap standar SNI 1742.Margin error terhadap berat isi kering maksimum dan kadar air optimum masing-masing berada di bawah 5%, yaitu 1.Model ini juga memberikan penilaian yang sama terhadap kinerja timbunan dibandingkan metode SNI, sehingga layak digunakan sebagai alat uji kepadatan ringan yang standar.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menguji validitas Model pada jenis tanah lainnya seperti tanah pasir, gambut, dan tanah ekspansif, guna mengetahui apakah Model tetap memberikan hasil yang konsisten dan memenuhi syarat standar SNI 1742:2008 di berbagai kondisi tanah. Kedua, sebaiknya dikembangkan penelitian yang membandingkan efisiensi waktu dan biaya antara penggunaan Model dengan peralatan standar SNI dalam praktik laboratorium skala besar, untuk menilai kelayakan implementasi Model dari sisi operasional dan ekonomis. Ketiga, penting untuk mengevaluasi dampak variasi jumlah lapisan dan jumlah tumbukan di luar 33 tumbukan per 2 lapis, seperti 3 lapis dengan 25 tumbukan, untuk mengetahui batas optimal penggunaan Model serta menemukan kombinasi terbaik yang tetap akurat namun lebih efisien dalam pelaksanaannya.

Read online
File size220.81 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test