WPCPUBLISHERWPCPUBLISHER

Jurnal Farmasi SYIFAJurnal Farmasi SYIFA

Swamedikasi penggunaan obat tetes mata merupakan praktik yang umum dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan mata ringan, seperti mata kering, mata merah, dan rasa gatal. Praktik ini cenderung dipilih karena kemudahan akses obat, namun dapat menimbulkan risiko apabila tidak disertai pengetahuan dan perilaku penggunaan yang tepat. Kajian literatur ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi penggunaan obat tetes mata pada keluhan mata ringan. Metode yang digunakan adalah penelusuran dan seleksi artikel ilmiah melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan Research Gate. Dari hasil seleksi, diperoleh 10 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi dengan total 5.305 responden. Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat tetes mata umumnya berada pada kategori cukup hingga baik, dengan persentase berkisar antara 51% hingga 65,67%. Namun, perilaku penggunaan obat tetes mata masih menunjukkan ketidaktepatan, terutama dalam penggunaan obat tetes mata yang seharusnya memerlukan resep. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan obat tetes mata. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi untuk meningkatkan penggunaan obat tetes mata yang aman dan rasional pada keluhan mata ringan.

Review jurnal ini melibatkan 10 jurnal dengan total 5.Hasil review menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan penggunaan obat tetes mata pada keluhan mata ringan umumnya berada pada kategori cukup hingga baik berkisar antara 51%–65,67%, namun perilaku penggunaannya masih menunjukkan ketidaktepatan, ditandai dengan penggunaan obat tetes mata tanpa konsultasi tenaga kesehatan serta penggunaan obat yang seharusnya memerlukan pengawasan medis, dengan proporsi berkisar antara 6,82%–62,4%.

Berdasarkan hasil kajian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman terkait swamedikasi obat tetes mata. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk mengeksplorasi secara mendalam faktor-faktor yang memengaruhi perilaku swamedikasi, termasuk persepsi risiko dan manfaat obat tetes mata, serta pengaruh informasi yang diperoleh dari berbagai sumber. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi pola perubahan pengetahuan dan perilaku swamedikasi seiring waktu, serta faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perubahan tersebut. Ketiga, penelitian intervensi yang melibatkan program edukasi terstruktur dapat dievaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan pengetahuan, mengubah perilaku, dan mengurangi risiko yang terkait dengan swamedikasi obat tetes mata. Dengan demikian, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dan strategi yang efektif untuk mempromosikan penggunaan obat tetes mata yang aman dan rasional pada masyarakat.

  1. | OPTH | Dove Medical Press. opth dove medical press dovepress.com/knowledge-attitudes-and-practices-toward-self-medicating-eye-symptoms--peer-reviewed-fulltext-article-OPTHOPTH Dove Medical Press opth dove medical press dovepress knowledge attitudes and practices toward self medicating eye symptoms peer reviewed fulltext article OPTH
  2. Ophthalmic Self-Medication Practices and Associated Factors of Using Steroid Eye Drops Among Adult Ophthalmic... doi.org/10.7759/cureus.43110Ophthalmic Self Medication Practices and Associated Factors of Using Steroid Eye Drops Among Adult Ophthalmic doi 10 7759 cureus 43110
Read online
File size437.31 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test