ISTAZISTAZ

PUDAK: Local Wisdom Community JournalPUDAK: Local Wisdom Community Journal

Pemberdayaan masyarakat terkait literasi melalui perpustakaan desa bertujuan untuk meningkatkan minat baca, khususnya pada anak-anak, dalam rangka mengembangkan potensi mereka sehingga menjadi generasi unggul yang cerdas dan berkualitas karena berilmu serta berakhlak mulia sebagai hasil dari pendidikan yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode ABCD (Asset Based Community Development), yaitu suatu pendekatan dalam pengembangan masyarakat yang meliputi lima prosedur: Define, Discovery, Dream, Design, dan Deliver/Destiny. Program pemberdayaan masyarakat ini dapat terlaksana dengan baik dan maksimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku yang dijadikan sebagai Pojok Baca maupun perpustakaan desa memberikan dampak positif dalam mengatasi berbagai permasalahan pendidikan di Desa Sooko, Wringinanom, Gresik, di mana budaya literasi masyarakat yang awalnya masih rendah, kini semakin meningkat dari hari ke hari.

Pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di Desa Sooko, Wringinanom, Gresik menggunakan metode ABCD berjalan secara maksimal.Perpustakaan desa dan kegiatan pojok baca memberikan pengaruh signifikan terhadap lembaga pendidikan dan masyarakat sekitar.Buku-buku yang dijadikan koleksi perpustakaan desa telah memberikan dampak positif dalam mengatasi permasalahan pendidikan, sekaligus mendorong peningkatan budaya literasi yang awalnya rendah.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh perpustakaan desa terhadap perkembangan literasi digital anak usia sekolah di desa terpencil, mengingat semakin pesatnya akses teknologi meskipun di wilayah dengan fasilitas terbatas. Kedua, penting untuk mengkaji efektivitas metode dongeng sebagai strategi penguatan literasi dibandingkan metode interaktif lainnya seperti permainan edukatif berbasis buku di taman bacaan desa. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang keterlibatan ibu-ibu di posyandu dalam kegiatan literasi keluarga, serta bagaimana mereka dapat menjadi agen perubahan dalam membangun budaya baca sejak dini di tingkat rumah tangga. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi untuk membangun ekosistem literasi berkelanjutan yang melibatkan sekolah, masyarakat, dan keluarga. Dengan pendekatan berbasis aset lokal seperti yang dilakukan dalam studi ini, penelitian lanjutan bisa lebih fokus pada model kolaborasi antarlembaga desa, seperti balai desa, posyandu, dan lembaga pendidikan, agar perpustakaan desa tidak hanya menjadi tempat baca, tetapi juga pusat pembelajaran masyarakat. Selain itu, penting mengevaluasi keberlanjutan program setelah pendampingan selesai, termasuk ketersediaan staf pengelola lokal dan sistem pendanaan swakelola. Ide lain adalah menguji model perpustakaan keliling berbasis sepeda atau gerobak yang lebih fleksibel menjangkau anak-anak di dusun-dusun terpencil. Studi juga bisa mengeksplorasi jenis bacaan yang paling diminati anak dan orang tua agar koleksi buku lebih sesuai kebutuhan. Akhirnya, penelitian bisa mengukur peningkatan kemampuan baca-tulis anak secara kuantitatif sebelum dan sesudah keberadaan perpustakaan desa. Semua arah penelitian ini bertujuan memperkuat keberlanjutan dan dampak jangka panjang dari program peningkatan literasi di pedesaan.

Read online
File size917.34 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test