STAIN MADINASTAIN MADINA

Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen DakwahAl-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika diskusi yang terjadi di Majelis Talim At-Taufiqiyah Wonopringgo sebagai salah satu wahana pendidikan informal dalam pembinaan umat Islam. Fokus penelitian mencakup perubahan topik diskusi yang tidak hanya terbatas pada masalah ibadah dan akidah, tetapi juga mencakup isu-isu sosial, ekonomi, pendidikan, hingga politik sesuai dengan perkembangan zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memberikan gambaran mendalam tentang fenomena yang diteliti. Data primer diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara dengan jamaah, sementara data sekunder diperoleh dari dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika diskusi di majelis ini dipengaruhi oleh keterbukaan pengurus dalam memberikan ruang partisipasi, kehadiran narasumber yang kompeten, serta metode korespondensi sebagai strategi komunikasi efektif. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya tantangan dalam diskusi, seperti keterbatasan sumber daya manusia dan perubahan sosial yang cepat di era digital. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami bagaimana Majelis Talim At-Taufiqiyah beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tetap relevan sebagai forum pembelajaran agama yang dialogis dan inklusif.

Teknik korespondensi dalam majelis taklim merupakan strategi komunikasi yang efektif untuk memfasilitasi proses pengajian, terutama saat kontak langsung tidak memungkinkan, serta mendorong partisipasi aktif dari semua jamaah tanpa batasan spasial.Dinamika diskusi di majelis ini dipengaruhi oleh pertanyaan tertulis yang relevan dengan topik, memberikan dampak positif bagi jamaah lain dan memungkinkan jawaban yang lebih mendalam dari kiyai.Namun, majelis ini menghadapi tantangan internal berupa kesenjangan pemahaman akibat latar belakang pendidikan yang beragam, serta tantangan eksternal dari perubahan sosial dan budaya di era digital yang mengalihkan minat masyarakat dari kegiatan keagamaan.

Pertama, perlu diteliti bagaimana metode korespondensi dapat dikombinasikan dengan platform digital untuk meningkatkan aksesibilitas tanpa kehilangan esensi interaksi tradisional, terutama bagi jamaah yang tinggal jauh atau memiliki keterbatasan mobilitas. Kedua, perlu dikaji bagaimana perbedaan latar belakang pendidikan jamaah memengaruhi tingkat partisipasi dan pemahaman dalam diskusi, serta strategi apa yang bisa dikembangkan untuk menyamakan level pemahaman secara inklusif. Ketiga, perlu dieksplorasi bagaimana majelis taklim dapat merancang konten keagamaan yang lebih menarik bagi generasi muda di tengah arus budaya populer dan hiburan digital, sehingga keberlanjutan partisipasi dalam kegiatan keagamaan dapat terjaga di masa depan. Penelitian-penelitian ini dapat membantu memperkuat peran majelis taklim sebagai ruang belajar yang relevan, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan zaman, sekaligus memperdalam pemahaman tentang transformasi pendidikan agama di lingkungan informal.

Read online
File size572.26 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test