POLTEKKES PADANGPOLTEKKES PADANG

Jurnal Kesehatan Lingkungan MandiriJurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri

Permasalahan sampah di Indonesia diperparah oleh kesadaran masyarakat dan tindakan mereka tentang cara hidup sehat dan lingkungan yang bersih dan bebas sampah. Banyak masyarakat yang tidak menyadari pentingnya pengolahan sampah, tetapi juga banyak masyarakat yang mengerti pentingnya pengolahan sampah namun tidak melakukan perilaku tersebut. Sebagai contoh, orang tidak memilah sampah dengan benar sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir. Tujuan peneliti adalah mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan ketersediaan sarana dan prasarana terhadap perilaku pemilahan sampah pada pedagang di Pasar Agung Kota Depok Tahun 2023. Metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pedagang di Pasar Agung Kota Depok. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara probability sampling dan didapatkan sebanyak 78 sampel. Data yang digunakan adalah data primer yang disebar melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukan p value 0,027 (p > 0,05) ada hubungan pengetahuan dengan perilaku pemilahan sampah, ada hubungan sikap dengan perilaku pemilahan sampah p value 0.020 (p > 0,05), dan ada hubungan ketersediaan sarana dan prasarana dengan perilaku pemilahan sampah p value 0,046 (p > 0,05). Saran dari peneliti diharapkan pedagang dapat memisahkan sampah sesuai dengan jenisnya (organik dan non-organik). Dan diharapkan juga pedagang dapat memilih kemasan yang digunakan untuk jangka panjang dibandingkan kemasan sekali pakai. Pedagang juga dapat memilih bahan yang lebih ramah lingkungan, memikirkan dan mempertimbangkan kembali sebelum membeli suatu barang.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan perilaku pemilahan sampah, ada hubungan sikap dengan perilaku pemilahan sampah p value 0.020 (p > 0,05), dan ada hubungan ketersediaan sarana dan prasarana dengan perilaku pemilahan sampah p value 0,046 (p > 0,05).Terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku pemilahan sampah pada pedagang di Pasar Agung Kota Depok dengan p value = 0,020 (p > 0,05).Terdapat hubungan antara ketersediaan sarana dan prasarana dengan perilaku pemilahan sampah pada pedagang di Pasar Agung Kota Depok dengan p value = 0,046 (p > 0,05).

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi lebih dalam mengenai faktor-faktor sosial ekonomi yang memengaruhi perilaku pemilahan sampah pada pedagang, seperti tingkat pendapatan, pendidikan, dan akses terhadap informasi. Hal ini penting untuk memahami apakah terdapat korelasi antara kondisi ekonomi pedagang dengan kesadaran mereka dalam memilah sampah. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada efektivitas program edukasi dan sosialisasi mengenai pemilahan sampah yang telah dilakukan oleh pemerintah atau organisasi terkait. Evaluasi ini dapat memberikan masukan untuk meningkatkan kualitas program dan menjangkau lebih banyak pedagang. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi penerapan teknologi atau inovasi dalam pengelolaan sampah di pasar, seperti penggunaan mesin pemilah sampah otomatis atau pengembangan sistem daur ulang yang lebih efisien. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perilaku pemilahan sampah pada pedagang, serta menghasilkan rekomendasi yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan pengelolaan sampah di Pasar Agung Kota Depok dan pasar tradisional lainnya di Indonesia.

Read online
File size80.32 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test