KOPERTAIS4KOPERTAIS4

IDEALITA: Jurnal Pendidikan dan Sosial KeagamaanIDEALITA: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan

Pulau Madura memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif, terutama karena kekayaan keseniannya. Kabupaten Pamekasan, sebagai salah satu wilayah di Madura, memiliki potensi seni yang dapat diubah menjadi industri kreatif. Namun, masalah permodalan menjadi kendala utama. Oleh karena itu, pemanfaatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi solusi untuk mengoptimalkan potensi dan mengatasi masalah tersebut. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan optimalisasi dan transformasi BUMDes melalui konsep One Village One Product (OVOP). Selain itu, untuk menciptakan konsep permodalan yang sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah dan gaya hidup halal, semua aktivitas BUMDes harus didasarkan pada Sharia Contract. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis permasalahan faktual di desa terkait. Hasil penelitian ini adalah konsep optimalisasi kinerja BUMDes yang lebih luas, tidak hanya fokus pada satu desa satu komoditas, tetapi juga menggandeng beberapa desa dengan potensi serupa untuk memproduksi satu komoditas unggulan. Dalam hal ini, dibentuk BUMDESMA Kampung Batik. Dalam perumusannya, digunakan analisis ayat dan sebagai penguat Sharia Contract, dengan menggunakan tafsir Ibnu Katsir sebagai acuan untuk mengatur permodalan yang sesuai dengan prinsip syariah. Upaya optimalisasi ini akan dilakukan dari hulu hingga hilir dengan membentuk komunitas produsen bahan baku, komunitas pemotif dan pewarnaan, komunitas desainer dan konveksi, dan komunitas penanganan limbah batik.

Optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi BUMDESMA (Badan Usaha Milik Desa Bersama) merupakan upaya untuk mendukung perekonomian masyarakat Desa Klampar, khususnya para pembatik, melalui penerapan prinsip-prinsip syariah (sharia contract).Optimalisasi ini merupakan pengembangan dari konsep One Village One Product (OVOP) yang melibatkan cakupan wilayah dan pelaku yang lebih luas, tidak hanya satu desa tetapi beberapa desa yang diklasifikasikan berdasarkan potensi yang sama.BUMDESMA Kampung Batik dibentuk dengan tujuan untuk mengoptimalkan dan meningkatkan kualitas produksi batik Pamekasan sebagai produk unggulan kampung batik.Konsep OVOP, Sharia Contract, Ayat Dain, Tafsir Ibnu Katsir, Pengembangan SDI, dan Pembentukan komunitas.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas penerapan sharia contract dalam meningkatkan kinerja BUMDESMA, dengan fokus pada indikator-indikator seperti peningkatan pendapatan masyarakat, pengurangan pengangguran, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembentukan dan pengelolaan BUMDESMA, termasuk peran pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga keuangan syariah. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana BUMDESMA dapat berperan dalam meningkatkan daya saing produk batik Pamekasan di pasar global, dengan fokus pada pengembangan desain yang inovatif, peningkatan kualitas produksi, dan pemasaran yang efektif. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan penelitian selanjutnya dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis syariah di wilayah Madura.

Read online
File size1.21 MB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test