UIN SGDUIN SGD

Hijai - Journal on Arabic Language and LiteratureHijai - Journal on Arabic Language and Literature

Penelitian ini mengupas perihal Adawatul Istifham pada kalimat yang termuat di dalam sebuah novel berjudul Ala Maidatin Daisy karya Zahra Abdullah. Ditemukan total sebanyak 166 kata yang tergolong Adawatul Istifham yang tersebar atas berbagai kalimat yang berbeda. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan tentang bentuk dan makna Adawatul Istifham dilihat dari segi Ilmu Maani serta Irab Mahalli untuk Adawatul Istifham yang dikandungnya dilihat dari segi Ilmu Nahwu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain penelitian berupa studi kepustakaan (library research). Sumber data penelitian ini yakni berupa kalimat-kalimat di dalam novel Ala Maidatin yang mengandung Adawatul Istifham. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pembacaan secara komprehensif terhadap data yang ditemukan, setelahnya dianalisis dengan pendekatan teori yang ada, diklasifikasikan lalu memberikan pemahaman secara lengkap, untuk kemudian disajikan kesimpulan. Hasil penelitian: (1) Adawatul Istifham di dalam Novel Ala Maidatin Daisy karya Zahra Abdullah berjumlah sepuluh (10) bentuk, yakni :limaza (ملذا), hal (هل), hamzah (أ), aina (أين), maza (ماذا), kam (كم), kaifa (كيف), mata (مث), ma (ما), man (من). (2) Makna-maknanya berjenis hakiki dan majazi, yakni: taajjub, nahyu, taswiq, al-tamanna, taswiyah, inkar, amr, at-tahwil, teguran, tahqir, tarbih, al-istibta, ifham, sombong, dan taswiyah. (3) Irab mahalli: tidak memiliki kedudukan, berkedudukan pada tempat jar, sebagai zharaf makan, mubtada dan khabar muqaddam. Penelitian ini mengijabkan peluang atas peneliti lain guna menjadikannya sebagai rujukan dan perbandingan untuk penelitian-penelitian yang hendak dilaksanakan di masa yang akan datang.

Adawatul Istifham dalam novel Ala Maidatin Daisy karya Zahra Abdullah terdiri dari 10 bentuk dengan total 166 kata, mencakup limaza, hal, hamzah, aina, maza, kam, kaifa, mata, ma, dan man.Makna yang ditemukan bersifat hakiki dan majazi, seperti taajjub, inkar, amr, teguran, dan sombong.Irab mahalli-nya meliputi tidak memiliki kedudukan sintaksis, berkedudukan sebagai jar, zharaf makan, mubtada, dan khabar muqaddam.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana Adawatul Istifham digunakan oleh tokoh-tokoh utama dalam novel tersebut untuk mengungkapkan emosi atau membangun dinamika hubungan antartokoh, sehingga dapat dilihat pola penggunaan kata tanya dalam konteks psikologis dan sosial. Selain itu, perlu dikaji pula bagaimana variasi makna majazi dari Adawatul Istifham berkontribusi terhadap gaya narasi dan kekuatan retorika dalam sastra Arab kontemporer, khususnya dalam konteks karya fiksi yang bernuansa kemanusiaan dan konflik sosial. Studi lanjutan juga bisa membandingkan penggunaan Adawatul Istifham dalam karya Zahra Abdullah dengan penulis Arab lainnya yang mengangkat tema serupa, untuk melihat ciri khas linguistik dan estetika sastra dalam penyampaian pesan kemanusiaan melalui struktur kalimat tanya.

Read online
File size370.98 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test