STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA

Journal of Linguistic and Literature StudiesJournal of Linguistic and Literature Studies

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi papan petunjuk di tiga tempat wisata di Kecamatan Banjar, yaitu Brahmavihara Arama Banjar, Air Panas Banjar, dan Krisna Funtastic Land, ditinjau dari fungsi bahasa pada papan petunjuk serta bahasa yang digunakan. Penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data observasi dan dokumentasi terhadap papan petunjuk di tiga objek wisata tersebut. Fungsi bahasa pada papan petunjuk di ruang publik di tiga tempat wisata di Kecamatan Banjar dianalisis berdasarkan teori Yanhong dan Rungruang (2013) yang terdiri atas fungsi informatif, simbolik, mitologis, dan komersial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi informatif, komersial, dan mitologis ditemukan pada ketiga tempat wisata, sedangkan fungsi simbolik hanya ditemukan di dua tempat, yaitu Krisna Funtastic Land dan Brahmavihara Arama Banjar. Bahasa yang digunakan pada papan petunjuk di ketiga tempat wisata tersebut lebih dari satu bahasa atau bersifat bilingual.

Fungsi bahasa pada papan petunjuk di tiga tempat wisata di Kecamatan Banjar dianalisis menggunakan empat aspek teoritis dari Yanhong dan Rungruang (2013), yaitu fungsi informasi, simbolik, mitologis, dan komersial.Dari ketiga lokasi penelitian, hanya satu tempat wisata yang tidak memenuhi keempat fungsi tersebut, yaitu Air Panas Banjar yang tidak memiliki fungsi simbolik.Fungsi yang paling dominan adalah fungsi informatif karena setiap tempat wisata menggunakan banyak papan petunjuk untuk memberikan informasi kepada pengunjung.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi persepsi pengunjung lokal dan mancanegara terhadap keberadaan papan petunjuk multibahasa di tempat wisata Banjar, dengan pertanyaan penelitian: bagaimana tingkat kejelasan dan kebermanfaatan papan petunjuk berbahasa Inggris, Indonesia, dan Bali bagi para wisatawan? Kedua, diperlukan studi mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pelaku usaha dalam memilih bahasa pada papan promosi mereka, khususnya antara memprioritaskan bahasa global seperti Inggris atau menjaga keaslian budaya melalui penggunaan aksara Bali, sehingga dapat dijawab melalui penelitian tentang preferensi bahasa dalam konteks komersialisasi pariwisata. Ketiga, disarankan adanya penelitian komparatif lintas daerah wisata di Bali, seperti antara Banjar dengan Ubud atau Kuta, untuk memahami bagaimana kebijakan daerah dan karakteristik pengunjung membentuk perbedaan pola pada linguistic landscape, sehingga dapat mengungkap dinamika sosiolinguistik yang lebih luas di wilayah pariwisata Bali secara menyeluruh.

  1. Linguistic Landscape Analysis of Language Function at Tourist Places Signboard in Banjar Bali | Journal... doi.org/10.36663/jolles.v2i2.760Linguistic Landscape Analysis of Language Function at Tourist Places Signboard in Banjar Bali Journal doi 10 36663 jolles v2i2 760
  2. Landscape Linguistic of Sumenep Tourism Destination in the New Normal Era | Diana | Prosodi. landscape... journal.trunojoyo.ac.id/prosodi/article/view/13379Landscape Linguistic of Sumenep Tourism Destination in the New Normal Era Diana Prosodi landscape journal trunojoyo ac prosodi article view 13379
  3. Psychological Analysis of Landscape Linguistics in Public Spaces in Buru Island | ELS Journal on Interdisciplinary... doi.org/10.34050/elsjish.v5i3.22549Psychological Analysis of Landscape Linguistics in Public Spaces in Buru Island ELS Journal on Interdisciplinary doi 10 34050 elsjish v5i3 22549
Read online
File size499.95 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test