UNDIKSHAUNDIKSHA

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa IndonesiaJurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Film menjadi media penting yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana kritik sosial. Salah satu isu yang diangkat dalam perfilman Indonesia adalah kekerasan seksual dan ketimpangan gender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi isu kekerasan seksual dan ketimpangan gender dalam film Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja melalui pendekatan kritik sastra feminis Elaine Showalter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Penyalin Cahaya merepresentasikan isu kekerasan seksual dan ketimpangan gender secara sistematis, baik di lingkungan kampus, keluarga, maupun ruang digital. Temuan ini menunjukkan bahwa film Penyalin Cahaya dapat dipahami sebagai teks budaya yang menyuarakan kritik terhadap praktik cultural patriarki yang bekerja dalam lingkungan kampus, keluarga, dan ruang digital di masyarakat Indonesia.

Berdasarkan hasil analisis terhadap film Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja dengan menggunakan teori feminisme sastra Elaine Showalter, dapat disimpulkan bahwa film ini secara tegas merepresentasikan isu kekerasan seksual dan ketimpangan gender di lingkungan kampus.Narasi film memperlihatkan bagaimana sistem sosial patriarki bekerja secara sistematis dalam membungkam suara korban, melindungi pelaku, serta memelihara ketidakadilan gender melalui berbagai institusi, seperti organisasi mahasiswa, pihak kampus, keluarga, hingga ruang digital.Melalui analisis terhadap lima belas data yang diidentifikasi dari adegan, dialog, dan simbol visual, penelitian ini menemukan bahwa representasi perempuan dalam film ini sepenuhnya berada dalam fase Feminist menurut teori Elaine Showalter.Tokoh perempuan, khususnya Sur, tidak hanya menjadi korban kekerasan seksual, tetapi juga menyadari ketertindasannya, melakukan perlawanan terhadap dominasi patriarki, serta membangun solidaritas bersama korban lain untuk memperjuangkan keadilan.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: 1. Menganalisis representasi kekerasan seksual dan ketimpangan gender dalam film-film Indonesia lainnya melalui pendekatan kritik sastra feminis yang berbeda, seperti feminisme radikal atau feminisme intersectional, untuk memperkaya sudut pandang dalam menganalisis representasi korban kekerasan seksual dalam film. 2. Mengkaji representasi korban kekerasan seksual dalam serial digital atau media visual lain yang mengangkat isu serupa, sehingga wacana tentang kesetaraan gender dan perlindungan korban kekerasan seksual dapat terus berkembang secara berkelanjutan. 3. Melakukan penelitian interdisipliner yang menggabungkan kritik sastra, kajian gender, dan psikologi dalam mengkaji representasi perempuan korban kekerasan dalam karya budaya, dengan fokus pada konflik batin korban yang ditampilkan dalam film Penyalin Cahaya.

  1. Analisis Wacana Kritis Sara Mills tentang Stereotipe Terhadap Perempuan dengan Profesi Ibu Rumah Tangga... journal.isi.ac.id/index.php/rekam/article/view/6893Analisis Wacana Kritis Sara Mills tentang Stereotipe Terhadap Perempuan dengan Profesi Ibu Rumah Tangga journal isi ac index php rekam article view 6893
  2. Analisis Wacana Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dalam Film "Demi Nama Baik Kampus" dan... doi.org/10.24821/rekam.v19i2.8536Analisis Wacana Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dalam Film Demi Nama Baik Kampus dan doi 10 24821 rekam v19i2 8536
Read online
File size343.93 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test