UNTADUNTAD

Preventif : Jurnal Kesehatan MasyarakatPreventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak, dimana panjang atau tinggi badannya pendek atau sangat pendek yang didasarkan pada tinggi menurut umur dengan parameter Z-score < -2 SD. Sanitasi lingkungan berperan penting dalam mencegah penyakit infeksi berbasis lingkungan seperti diare dan cacingan yang dapat memengaruhi pertumbuhan linier dan jika terjadi secara berulang akan mengurangi asupan zat gizi sehingga dapat menyebabkan stunting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan ketersediaan air bersih, jamban, Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) dan tempat sampah dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Lipulalongo. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah Populasi dalam penelitian ini yaitu 480 rumah keluarga balita, terdiri atas 365 balita tidak stunting dan 115 balita stunting. Sampel pada penelitian ini menggunakan Teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara ketersediaan SPAL dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Lipulalongo dengan nilai signifikan chi square p = 0,038 yang mana p < 0,05 namun tidak ada hubungan antara ketersediaan air bersih (p=0,1), ketersediaan jamban (p=0,18), ketersediaan tempat sampah (p=1,0) dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Lipulalongo. Semua pihak sebaiknya bahu membahu untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya ketersediaan sanitasi dasar untuk mencegah kejadian stunting.

Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara ketersediaan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) dengan kejadian stunting, mengindikasikan peran penting SPAL dalam pencegahan stunting.Namun, penelitian tidak menemukan hubungan signifikan antara ketersediaan air bersih, jamban, dan tempat sampah dengan kejadian stunting di wilayah penelitian.Faktor-faktor lain seperti pola asuh, status gizi ibu hamil, dan akses layanan kesehatan kemungkinan memiliki pengaruh lebih dominan.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk menginvestigasi lebih dalam faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap stunting di wilayah kerja Puskesmas Lipulalongo, seperti praktik pemberian makan bayi dan anak, status gizi ibu hamil, serta akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. Selain itu, studi kualitatif dapat dilakukan untuk memahami persepsi dan perilaku masyarakat terkait sanitasi dasar dan dampaknya terhadap kesehatan anak. Penelitian lebih lanjut juga dapat difokuskan pada efektivitas intervensi sanitasi yang terintegrasi dengan program peningkatan gizi, seperti penyediaan SPAL komunal dan edukasi sanitasi yang berkelanjutan, untuk melihat dampak jangka panjangnya terhadap penurunan angka stunting. Terakhir, perlu dilakukan penelitian untuk mengeksplorasi peran faktor sosial ekonomi dan budaya dalam mempengaruhi praktik sanitasi dan kejadian stunting di wilayah tersebut, sehingga intervensi yang dilakukan dapat lebih sesuai dengan konteks lokal dan lebih efektif dalam mencapai tujuan penurunan stunting.

Read online
File size851.13 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test