UNIVMEDUNIVMED

Universa MedicinaUniversa Medicina

Latar belakang: Terapi kanker payudara sangat dipengaruhi oleh jenis dan subtipe molekuler, terutama status reseptor faktor pertumbuhan epidermal manusia 2 (HER2), di mana pasien HER2-positif akan menerima terapi anti-HER2. Status HER2 diperoleh dari pemeriksaan imunohistokimia HER2 yang dapat dilakukan pada tumor payudara primer atau lesi metastasis kelenjar getah bening. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesesuaian status HER2 antara tumor primer dan lesi metastasis kelenjar getah bening pada kanker payudara invasif. Metode: Penelitian cross-sectional dilakukan dengan melibatkan 30 pasien kanker payudara invasif. Pemeriksaan imunohistokimia HER2 dilakukan pada tumor primer dan lesi metastasis kelenjar getah bening. Koefisien Kappa Cohen digunakan untuk menganalisis data. Hasil: Tingkat kesesuaian untuk HER2 adalah 86,67%. Tiga belas kasus secara konsisten HER2-negatif pada kanker payudara primer (BC) dan metastasis nodal, dan 13 kasus HER2-positif pada tumor primer dan metastasis. Perubahan status HER2 antara BC primer dan metastasis sinkron yang sesuai diamati pada empat (4,72%) kasus. Salah satu kasus yang tidak sesuai adalah HER2-negatif pada tumor primer dan HER2-positif pada metastasis, sementara tiga kasus HER2-positif pada kanker payudara primer dan HER2-negatif pada metastasis. Kesimpulan: Terdapat ketidaksesuaian status HER2 antara tumor primer dan metastasis kelenjar getah bening pada pasien kanker payudara invasif. Perlu untuk mengevaluasi status HER2 dari tumor primer dan metastasis secara bersamaan. Evaluasi tersebut direkomendasikan untuk prognosis dan kelangsungan hidup yang lebih baik.

Penelitian ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian status HER2 antara tumor primer dan metastasis kelenjar getah bening pada pasien kanker payudara invasif.Oleh karena itu, evaluasi status HER2 pada tumor primer dan metastasis secara bersamaan menjadi penting.Rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan prognosis dan kelangsungan hidup pasien.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor biologis yang menyebabkan perbedaan status HER2 antara tumor primer dan metastasis, seperti perubahan genetik atau epigenetik yang terjadi selama proses metastasis. Kedua, studi prospektif dengan jumlah sampel yang lebih besar perlu dilakukan untuk mengevaluasi dampak klinis dari ketidaksesuaian status HER2 terhadap respons terhadap terapi dan kelangsungan hidup pasien. Penelitian ini dapat membantu menentukan apakah pasien dengan perbedaan status HER2 memerlukan strategi pengobatan yang berbeda. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi potensi penggunaan biopsi cair untuk mendeteksi perubahan status HER2 pada metastasis secara non-invasif, sehingga memungkinkan pemantauan yang lebih akurat dan personalisasi terapi kanker payudara. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika HER2 dalam kanker payudara dan berkontribusi pada pengembangan strategi pengobatan yang lebih efektif.

  1. Universa Medicina. discordance her2 primary tumors lymph node metastatic lesions invasive breast cancer... univmed.org/ejurnal/index.php/medicina/article/view/1658Universa Medicina discordance her2 primary tumors lymph node metastatic lesions invasive breast cancer univmed ejurnal index php medicina article view 1658
Read online
File size391.85 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test