UKRIDAUKRIDA

Jurnal Kedokteran MeditekJurnal Kedokteran Meditek

Latar Belakang: Tingkat D-dimer yang meningkat telah dikaitkan dengan stadium lanjut, metastasis, dan prognosis yang buruk pada kanker payudara. Namun, belum jelas apakah D-dimer juga berhubungan dengan derajat histopatologis sebagai indikator agresivitas tumor intrinsik. Tujuan: Menilai asosiasi antara kadar plasma D-dimer dan grading histopatologis kanker payudara invasif. Metode: Studi potong lintang ini melibatkan 180 pasien wanita yang belum menerima pengobatan dengan kanker payudara invasif, terdiri dari 60 kasus masing-masing derajat I, II, dan III. Kadar plasma D-dimer diukur menggunakan metode imunoturbidimetri yang diperkaya lateks, dan grading histologis ditentukan berdasarkan sistem Nottingham. Data dianalisis dengan uji Kruskal–Wallis, ANOVA pada nilai log‑transformasi, uji post‑hoc, serta ANCOVA dengan penyesuaian usia, indeks massa tubuh, stadium klinis, protein C‑reaktif, invasi limfovaskular, dan subtipe molekuler. Analisis kurva ROC dilakukan untuk membedakan derajat III dari derajat yang lebih rendah. Hasil: Median kadar D-dimer meningkat secara progresif dari derajat I (501,7 ng/mL) ke derajat II (831,0 ng/mL) dan derajat III (1312,9 ng/mL), dengan perbedaan keseluruhan yang signifikan secara statistik (p < 0,001). Analisis ROC untuk mengidentifikasi derajat III menghasilkan Area Under the Curve sebesar 0,960 dengan cut‑off optimal 965,5 ng/mL, Fibrinogen Equivalent Unit (sensitivitas 91,7%, spesifisitas 90,0%). Kesimpulan: Kadar plasma D-dimer secara signifikan berhubungan dengan derajat histopatologis pada kanker payudara invasif, terlepas dari potensi konfonder. Pengujian D-dimer dapat membantu mengidentifikasi pasien dengan tumor derajat tinggi secara dini, mendukung stratifikasi risiko, mengarahkan terapi intensif, serta memperingatkan klinisi tentang kemungkinan komplikasi tromboemboli, khususnya di setting dengan sumber daya terbatas.

Studi ini menunjukkan bahwa kadar D-dimer secara signifikan berhubungan dengan derajat histopatologis pada kanker payudara invasif, terlepas dari faktor klinis dan patologis lainnya.Temuan ini menyoroti potensi peran D-dimer sebagai biomarker yang sederhana, mudah diakses, dan biaya‑efektif sebagai pelengkap grading histopatologis dalam penilaian prognostik pasien kanker payudara.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki apakah perubahan kadar D‑dimer selama periode pengobatan kemoterapi atau pasca‑operasi mencerminkan respons terapeutik dan progresi penyakit pada pasien kanker payudara invasif, sehingga dapat dijadikan indikator pemantauan klinis. Selain itu, diperlukan studi multisentra yang melibatkan rumah sakit dengan tingkat sumber daya dan populasi etnis yang beragam untuk memverifikasi validitas ambang D‑dimer 965,5 ng/mL dalam membedakan tumor derajat tinggi serta menilai generalisasi temuan ini di luar dua rumah sakit yang diteliti. Selanjutnya, penelitian dapat mengembangkan panel biomarker terintegrasi yang menggabungkan D‑dimer, protein C‑reaktif, serta profil molekuler subtipe tumor, untuk meningkatkan akurasi prediksi prognosis dan membantu penentuan strategi terapi yang lebih tepat pada pasien kanker payudara.

  1. One moment, please.... one moment please wait request verified ijsurgery.com/index.php/isj/article/view/8294One moment please one moment please wait request verified ijsurgery index php isj article view 8294
  2. Global Cancer Statistics 2020: GLOBOCAN Estimates of Incidence and Mortality Worldwide for 36 Cancers... doi.org/10.3322/caac.21660Global Cancer Statistics 2020 GLOBOCAN Estimates of Incidence and Mortality Worldwide for 36 Cancers doi 10 3322 caac 21660
  3. Optimal Adjuvant Chemotherapy and Targeted Therapy for Early Breast Cancer—Cyclin-Dependent Kinase... doi.org/10.1200/JCO.24.00886Optimal Adjuvant Chemotherapy and Targeted Therapy for Early Breast CancerAiCyclin Dependent Kinase doi 10 1200 JCO 24 00886
Read online
File size444.96 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test