UBTUBT

Jurnal Pengabdian Masyarakat BorneoJurnal Pengabdian Masyarakat Borneo

Penderita kanker payudara akan mengalami keterbatasan gerak pada bahu dan lengan setelah menjalani perawatan medis berupa operasi pengangkatan payudara dan akan mengganggu kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari. Olahraga yang bisa dilakukan sendiri di rumah menjadi salah satu strategi untuk mencegah hal tersebut terjadi. Permasalahan mitra di komunitas kanker payudara Surabaya adalah 75% anggota memiliki kualitas hidup yang kurang baik karena adanya rasa tidak nyaman dan kelemahan pada lengan di sisi payudara yang dioperasi sehingga menyulitkan mereka untuk melakukan operasi. tugas sehari-hari setelah payudara mereka diangkat. Format talk show dengan tanya jawab interaktif digunakan untuk pendidikan kesehatan ini. Kegiatan ini mendemonstrasikan bagaimana pelatihan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan tentang senam mandiri di rumah setelah operasi mastektomi. Menurut data yang dikumpulkan sebelum kegiatan, 15% responden memiliki pengetahuan rendah, 50% memiliki pengetahuan sedang, dan 35% memiliki pengetahuan baik. Namun setelah kegiatan, 85% responden memiliki pengetahuan baik dan 15% memiliki pengetahuan sedang. Komunitas kanker payudara Surabaya disarankan untuk membantu anggotanya, terutama yang telah menjalani operasi pengangkatan payudara, terutama dengan senam mandiri di rumah.

Pelatihan kesehatan dengan menggunakan metode tanya jawab dalam talkshow interaktif mampu meningkatkan tingkat pengetahuan responden mengenai latihan mandiri di rumah pasca operasi mastektomi.Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dengan pemberian metode ini merupakan tindakan efektif untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran yang cukup signifikan terhadap tingkat pengetahuan responden.Saran bagi komunitas kanker payudara di Surabaya adalah melakukan pendampingan bagi anggota komunitas khususnya yang usai menjalani operasi pengangkatan payudara terutama dengan pendampingan mengenai latihan mandiri di rumah.

Untuk meningkatkan kualitas hidup dan memfasilitasi pemulihan pasca operasi kanker payudara, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan program latihan mandiri yang disesuaikan dengan kebutuhan individu. Hal ini dapat mencakup desain latihan yang spesifik untuk berbagai tahap pemulihan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, kondisi fisik, dan preferensi pribadi. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas intervensi psikososial, seperti terapi kelompok atau dukungan emosional, dalam membantu pasien mengatasi tantangan psikologis yang terkait dengan kanker payudara dan operasi. Terakhir, studi longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari latihan mandiri dan intervensi psikososial pada kualitas hidup pasien kanker payudara.

  1. Kualitas Hidup dan Perbandingan Sosial Wanita Dewasa Awal yang Mengalami Body Dissatisfaction | Jurnal... doi.org/10.29080/jpp.v13i2.768Kualitas Hidup dan Perbandingan Sosial Wanita Dewasa Awal yang Mengalami Body Dissatisfaction Jurnal doi 10 29080 jpp v13i2 768
  2. Exercise Pre Operatif pada Pasien Kanker Payudara dengan Mastektomi | Jurnal Keperawatan Silampari. exercise... journal.ipm2kpe.or.id/index.php/JKS/article/view/5681Exercise Pre Operatif pada Pasien Kanker Payudara dengan Mastektomi Jurnal Keperawatan Silampari exercise journal ipm2kpe index php JKS article view 5681
  3. Factors influencing health‐related quality of life among Korean cancer survivors - Kim - 2017... doi.org/10.1002/pon.4105Factors influencing healthyAAAarelated quality of life among Korean cancer survivors Kim 2017 doi 10 1002 pon 4105
Read online
File size286.71 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test