CENDIKIAJENIUS INDCENDIKIAJENIUS IND

Journal of Applied Holistic Nursing ScienceJournal of Applied Holistic Nursing Science

Latar belakang: Stroke iskemik merupakan salah satu penyebab utama disabilitas di dunia, dengan hemiparesis sebagai manifestasi klinis paling umum setelah stroke. Hemiparesis dapat mengurangi kekuatan otot dan meningkatkan risiko komplikasi seperti kontraktur sendi. Metode: Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi cermin dalam meningkatkan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien laki-laki berusia 45 tahun dengan stroke iskemik dan hemiparesis sisi kiri. Desain studi kasus digunakan, dengan intervensi dilakukan selama lima hari berturut-turut. Terapi terdiri dari latihan adaptasi, gerakan dasar, variasi, dan latihan kombinasi, masing-masing diulang delapan kali. Hasil: Evaluasi menunjukkan peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas dari skor 5555 | 4432 menjadi 5555 | 4443. Selain itu, tidak ditemukan penurunan toleransi fisik atau cedera terkait terapi. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa terapi cermin merupakan intervensi rehabilitasi yang efektif, aman, dan layak untuk diterapkan oleh profesional keperawatan di lingkungan klinis pada pasien stroke dengan hemiparesis.

Stroke iskemik disebabkan oleh oklusi pembuluh darah otak yang mengurangi aliran darah, oksigen, dan glukosa, berakibat pada infark serebral.Hemiparesis akibat kerusakan pada area motorik otak dapat menyebabkan komplikasi seperti kontraktur sendi.Terapi cermin selama lima hari berhasil meningkatkan kekuatan otot ekstremitas atas tanpa efek samping, menunjukkan bahwa intervensi ini efektif, aman, dan mudah diterapkan oleh perawat dalam konteks klinis.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi apakah terapi cermin yang diberikan secara rutin selama empat hingga enam minggu dapat mempertahankan peningkatan kekuatan otot lebih lama dibandingkan intervensi singkat lima hari. Selain itu, penting untuk menyelidiki apakah terapi ini berdampak signifikan pada fungsi sehari-hari pasien, seperti kemampuan menggenggam benda atau memakai pakaian, karena peningkatan kekuatan otot belum tentu secara otomatis meningkatkan kemandirian. Terakhir, studi dengan desain kontrol acak dan sampel yang lebih besar perlu dilakukan untuk membandingkan efektivitas terapi cermin dengan metode rehabilitasi lain seperti latihan aktif atau stimulasi listrik, agar dapat menentukan pendekatan terbaik untuk pasien stroke iskemik dengan hemiparesis di fasilitas kesehatan Indonesia, terutama yang memiliki sumber daya terbatas.

  1. Guidelines for Adult Stroke Rehabilitation and Recovery | Stroke. guidelines adult stroke recovery skip... doi.org/10.1161/STR.0000000000000098Guidelines for Adult Stroke Rehabilitation and Recovery Stroke guidelines adult stroke recovery skip doi 10 1161 STR 0000000000000098
  2. The Application of Mirror Therapy in Ischemic Stroke Patients with Hemiparesis to Improve Upper Extremity... jurnal.kesehatan.cendikiajenius-ind.id/index.php/JAHNS/article/view/202The Application of Mirror Therapy in Ischemic Stroke Patients with Hemiparesis to Improve Upper Extremity jurnal kesehatan cendikiajenius ind index php JAHNS article view 202
  3. Pharmacogenetics and Genomics. genomics doi.org/10.1097/FPC.0b013e3283385420Pharmacogenetics and Genomics genomics doi 10 1097 FPC 0b013e3283385420
  4. Mirror Therapy in Stroke Rehabilitation: Current Perspectives | TCRM. mirror therapy stroke current perspectives... doi.org/10.2147/TCRM.S206883Mirror Therapy in Stroke Rehabilitation Current Perspectives TCRM mirror therapy stroke current perspectives doi 10 2147 TCRM S206883
  1. #pasien stroke iskemik#pasien stroke iskemik
  2. #kekuatan otot#kekuatan otot
Read online
File size101.85 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-1SN
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test