UKRIDAUKRIDA
Jurnal Kedokteran MeditekJurnal Kedokteran MeditekPoliautoimun yang melibatkan multipel sklerosis (MS) dan miastenia gravis (MG) adalah kasus langka dengan manifestasi klinis yang tumpang tindih akibat mekanisme imunopatogenik yang serupa. Tantangan utama pada pasien ini adalah risiko tinggi kegagalan penyapihan ventilator, terutama ketika komplikasi ventilator-associated pneumonia (VAP) terjadi. Laporan ini menekankan keberhasilan jarang dilaporkan dalam penyapihan ventilator yang dicapai melalui pendekatan manajemen komprehensif dan multidisiplin dalam poliautoimun MS-MG. Ilustrasi kasus: Seorang wanita berusia 39 tahun dengan MS relaps-remitting dan MG mengalami krisis miastenia yang memerlukan ventilasi mekanik. Terapi pertukaran plasma (TPE) dimulai pada hari kedua perawatan dan dilanjutkan selama lima siklus. Penyapihan ventilator dilakukan secara bertahap sesuai dengan perbaikan klinis, tetapi terhambat oleh VAP yang memerlukan trakeostomi. Dukungan nutrisi enteral tinggi protein dan mobilisasi dini dimulai pada hari kedua perawatan. Setelah 24 hari perawatan di ICU, pasien berhasil disapih dari ventilator dengan fungsi pernapasan stabil dan kekuatan otot yang meningkat. Pasien kemudian dipulangkan sepuluh hari kemudian dengan instruksi perawatan trakeostomi dan mampu melakukan mobilisasi aktif mandiri.
Pendekatan komprehensif yang berbasis bukti melalui kolaborasi multidisiplin dapat meningkatkan penyapihan ventilator dan meningkatkan hasil klinis serta kualitas hidup pada pasien dengan poliautoimun MS-MG.Laporan kasus ini mendokumentasikan keberhasilan manajemen gagal napas pada pasien dengan poliautoimun MS-MG disertai krisis miastenia dan VAP, dengan mengintegrasikan panduan manajemen MS, krisis miastenia, dan VAP secara komprehensif dan multidisiplin.Namun, perlu dilakukan pembuktian lebih lanjut terhadap keberhasilan tata laksana ini pada individu yang berbeda sebelum digeneralisasikan sebagai panduan prosedur.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan studi yang lebih luas untuk mengkonfirmasi efektivitas pendekatan multidisiplin dalam manajemen poliautoimun MS-MG. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penyapihan ventilator pada pasien dengan poliautoimun MS-MG, termasuk peran terapi pertukaran plasma dan intervensi mobilisasi dini. Studi ini dapat membantu mengembangkan panduan terstandar untuk manajemen penyapihan ventilator pada pasien dengan poliautoimun MS-MG, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti durasi penggunaan ventilator, komplikasi VAP, dan dukungan nutrisi yang adekuat.
- Intensive care due to myasthenia gravis: Risk factors and prognosis - Myllynen - 2024 - European Journal... doi.org/10.1111/ene.16522Intensive care due to myasthenia gravis Risk factors and prognosis Myllynen 2024 European Journal doi 10 1111 ene 16522
- PERBANDINGAN DOSIS PIRIDOSTIGMIN, PERFORMA FUNGSIONAL, DAN DERAJAT KLINIS PASIEN MIASTENIA GRAVIS SEBELUM... doi.org/10.52386/neurona.v35i4.23PERBANDINGAN DOSIS PIRIDOSTIGMIN PERFORMA FUNGSIONAL DAN DERAJAT KLINIS PASIEN MIASTENIA GRAVIS SEBELUM doi 10 52386 neurona v35i4 23
- Guidelines for the Management of Adults with Hospital-acquired, Ventilator-associated, and Healthcare-associated... doi.org/10.1164/rccm.200405-644stGuidelines for the Management of Adults with Hospital acquired Ventilator associated and Healthcare associated doi 10 1164 rccm 200405 644st
| File size | 371.76 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
PELNIPELNI Prevalensi diagnosis keperawatan harga diri rendah di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta pada bulan Januari-Juni tahun 2022 yakni sebanyakPrevalensi diagnosis keperawatan harga diri rendah di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta pada bulan Januari-Juni tahun 2022 yakni sebanyak
PELNIPELNI Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh terapi foot massage terhadap penurunan tingkat kelelahan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisaPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh terapi foot massage terhadap penurunan tingkat kelelahan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Moewardi Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 37 responden yang dipilih dengan teknikMoewardi Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 37 responden yang dipilih dengan teknik
UMNYARSIUMNYARSI Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan Cross Sectional dengan pendekatan metode kuantitatif dengan restrospektif. Populasi dalam penelitianMetode penelitian yang digunakan adalah rancangan Cross Sectional dengan pendekatan metode kuantitatif dengan restrospektif. Populasi dalam penelitian
INDOJOURNALPMRINDOJOURNALPMR Program rehabilitasi termasuk aktivitas fisik, latihan peregangan, dan modifikasi lingkungan. Evaluasi spirometri dan Tes Jalan 6 Menit (6MWT) menunjukkanProgram rehabilitasi termasuk aktivitas fisik, latihan peregangan, dan modifikasi lingkungan. Evaluasi spirometri dan Tes Jalan 6 Menit (6MWT) menunjukkan
INDOJOURNALPMRINDOJOURNALPMR Kesimpulan: Penggunaan LOI pra operasi pada pasien yang menjalani BPAK terbukti dapat mencegah KPPO dan meningkatkan fungsi otot pernapasan. Tinjauan iniKesimpulan: Penggunaan LOI pra operasi pada pasien yang menjalani BPAK terbukti dapat mencegah KPPO dan meningkatkan fungsi otot pernapasan. Tinjauan ini
ICIICI Pasien yang menderita gagal ginjal kronis dan menjalani hemodialisa akan mengalami gangguan dalam berbagai aspek kehidupannya, termasuk fisik, psikologis,Pasien yang menderita gagal ginjal kronis dan menjalani hemodialisa akan mengalami gangguan dalam berbagai aspek kehidupannya, termasuk fisik, psikologis,
ITEKES BALIITEKES BALI Semakin rendah tingkat depresi, semakin baik kualitas hidup pasien. Selain itu, terdapat pula hubungan negatif yang signifikan antara stigma dan kualitasSemakin rendah tingkat depresi, semakin baik kualitas hidup pasien. Selain itu, terdapat pula hubungan negatif yang signifikan antara stigma dan kualitas
Useful /
UKRIDAUKRIDA Hasil: Median kadar D-dimer meningkat secara progresif dari derajat I (501,7 ng/mL) ke derajat II (831,0 ng/mL) dan derajat III (1312,9 ng/mL), denganHasil: Median kadar D-dimer meningkat secara progresif dari derajat I (501,7 ng/mL) ke derajat II (831,0 ng/mL) dan derajat III (1312,9 ng/mL), dengan
UKRIDAUKRIDA apiculata 56 mg/kg BB mulai hari ke-8 plus (ekstrak diberikan bersamaan dengan deksametason)), dan kelompok terapi. Setelah periode pengobatan, kadar kolesterolapiculata 56 mg/kg BB mulai hari ke-8 plus (ekstrak diberikan bersamaan dengan deksametason)), dan kelompok terapi. Setelah periode pengobatan, kadar kolesterol
STAK PESATSTAK PESAT Berkaca dari masalah ini, direktur pascasarjana menggagas adanya kegiatan pembekalan penulisan jurnal PkM. Kegiatan pembekalan ini dilaksanakan pada hariBerkaca dari masalah ini, direktur pascasarjana menggagas adanya kegiatan pembekalan penulisan jurnal PkM. Kegiatan pembekalan ini dilaksanakan pada hari
ITEKES BALIITEKES BALI Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Randomized Controlled Trial (RCT). Kelompok A mendapat TAP blok bilateral dengan levobupivacaineMetode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Randomized Controlled Trial (RCT). Kelompok A mendapat TAP blok bilateral dengan levobupivacaine