STIKESPANTIWALUYASTIKESPANTIWALUYA

Jurnal Keperawatan MalangJurnal Keperawatan Malang

Manajemen diri pada pasien hipertensi merupakan hal yang penting untuk dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas. Penggunaan telehealth dapat diterapkan untuk melakukan manajemen diri pada pasien hipertensi. Tujuan penelitian ini yaitu mengeksplorasi implementasi bentuk telehealth dalam manajemen diri pasien hipertensi. Review ini menggunakan tiga database elektronik yaitu PubMed, EbscoHost dan Scopus. Artikel yang diinklusi dalam review yaitu penggunaan telehealth dalam manajemen pada pasien hipertensi. Review paper dikecualikan dalam review. Sembilan artikel digunakan dalam review ini. Bentuk penerapan telehealth pada manajemen pasien hipertensi yaitu edukasi kesehatan terkait hipertensi, monitoring tekanan darah, dukungan motivasi terkait manajemen diri, pengingat baik dalam bentuk minum obat, kunjungan dokter, dan diet, pencatatan hasil tekanan darah secara berkala dalam bentuk chart/diagram, serta konsultasi secara online. Bentuk pelaksanaan telehealth yang diimplementasikan dalam review ini yaitu edukasi, monitoring tekanan darah, motivasi, pengingat, diagram hasil tekanan darah dan e-konsultasi. Meskipun dalam penerapan telehealth terdapat beberapa tantangan, akan tetapi penerapan telehealth memberikan keuntungan dan kebermanfaatan dalam manajemen pasien kronis.

Bentuk telehealth yang diimplementasikan meliputi edukasi, monitoring tekanan darah, motivasi, pengingat, diagram hasil tekanan darah, dan e-konsultasi.Program telehealth memberikan dampak positif terhadap manajemen diri pasien hipertensi.E-konsultasi merupakan komponen yang paling sedikit diterapkan, sehingga perlu dipertimbangkan dalam pengembangan intervensi telehealth di masa depan.

Pertama, perlu penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh integrasi fitur e-konsultasi dalam aplikasi telehealth terhadap kepatuhan manajemen diri dan kontrol tekanan darah jangka panjang pada pasien hipertensi, terutama di daerah terpencil dengan akses terbatas ke layanan kesehatan. Kedua, penting untuk mengeksplorasi bagaimana personalisasi pengingat dan motivasi berbasis perilaku pasien dapat meningkatkan keterlibatan dan keberlanjutan dalam program manajemen diri berbasis mHealth. Ketiga, diperlukan studi tentang kombinasi antara pendekatan komunitas dan teknologi, seperti program peer-support virtual yang terintegrasi dengan sistem telemonitoring, untuk menilai efektivitasnya dalam mendukung perubahan gaya hidup dan peningkatan kualitas hidup pasien hipertensi. Penelitian-penelitian ini dapat mengisi celah dalam implementasi telehealth yang lebih holistik dan berkelanjutan, terutama bagi populasi rentan. Dengan memperkuat elemen interaktif dan sosial dalam platform digital, intervensi kesehatan jarak jauh dapat menjadi lebih relevan dan efektif bagi kebutuhan pasien. Fokus pada keterlibatan pengguna, dukungan emosional, dan aksesibilitas teknologi akan meningkatkan adopsi dan hasil klinis. Selain itu, pendekatan yang melibatkan kolaborasi antara tenaga kesehatan, pasien, dan komunitas sangat penting dalam merancang solusi digital yang berkelanjutan. Penelitian lanjutan sebaiknya juga mengevaluasi aspek ekonomi dan kelayakan sistem tersebut dalam sistem kesehatan nasional. Dengan demikian, inovasi telehealth tidak hanya teknis, tetapi juga sosial dan organisasional. Temuan dari penelitian semacam ini dapat menjadi dasar bagi kebijakan digital kesehatan yang inklusif dan berbasis bukti.

Read online
File size293.5 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test